Berita

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Elektabilitas Partai Meningkat, Cak Imin Bercita-cita Ingin Segera Kalahkan PDIP

MINGGU, 23 MEI 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hasil survei yang kerap menempatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam tiga besar partai politik di Indonesia diharapkan terus konsisten.

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar bahkan berharap partainya bisa mengungguli PDIP, partai pemenang pemilu 2019 lalu.

"Saya bersyukur selama survei-survei akhir-akhir ini, kita dalam posisi yang baik, konsisten dalam tiga besar. Kadang di atas Golkar, kadang di atas Gerindra. Harapan kita bisa mengalahkan PDIP," kata Muhaimin dalam sambutannya saat Halal Bihalal Idulfitri 1442 H secara virtual dengan DPC-DPC dan DPW se-Indonesia, Minggu (23/5).


Muhaimin mengatakan, ada tiga hal yang menjadi kunci dalam memajukan PKB ke depan. Pertama, PKB harus selalu hadir melayani masyarakat.

“Kepedulian kita. Kita buat Undang Undang Pesantren, undang-undang yang berpihak kepada rakyat. Kita hadir melayani dan membuat program-program yang nyata,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini, politik kehadiran sangat penting dalam memajukan PKB ke depan.

“Kehadiran politik dalam kebijakan dan pemerintahan, kehadiran kumpul di masyarakat. Orangnya hadir menyapa, berkomunikasi, muncul di media publik. Tidak ada tempat strategis tanpa muncul gambar PKB,” katanya.

Kedua, komitmen sosial yang belakangan menjadi tren. Cak Imin mengatakan, dalam berbagai survei, saat ini kaum muda memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kelompok muda tersebutlah yang akan terus digandeng PKB agar bisa merangsek ke posisi teratas.

”Kalau tren ini meningkat, PKB harus hadir dalam peningkatan komitmen kepedulian ke rakyat,” urainya.

Poin penting ketiga, kata Cak Imin, warna politik di Indonesia saat ini sangat beragam. Bahkan, kampus pun sudah menjadi kekuatan politik, begitu pula media massa. Semua pertempuran itu dilakukan untuk mendapatkan kekuasaan.

“Saya ingin jalur politik to get power, harus melalui parpol. Kalau dengan itu tidak liar, ada kelembagaan demokrasi yang formal. Faktanya kekuatan media, kampus, LSM, kini menjadi kekuatan parpol. Kekuatan lebih PKB yang tidak bisa ditandingi yaitu kekuatan struktur pengurus sampai level terbawah,” tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Arahan Presiden, Penjahit Pribadi Bentuk Satgasus Garuda Guna Bantu Korban Bencana

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:11

Publik Diajak Berprasangka Baik ke Prabowo soal Gabung BoP Bentukan Trump

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:08

Kejagung Tindak Tegas Jaksa Diduga Bermasalah di Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 | 10:01

Dolar AS Tertekan, Sentuh Level Terendah Hampir Empat Tahun

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:57

Kemenhaj Borong Bumbu Nusantara UMKM ke Dapur Haji

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:48

IHSG Ambruk 6,53 Persen Pagi Ini

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:47

Kekosongan Posisi Wamenkeu Dinilai Bisa Picu Reshuffle di Kementerian Lain

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:42

KPK Bakal Perpanjang Pencekalan Bos Maktour Travel Fuad Hasan Masyhur

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:29

Realisasi DMO Minyakita Melambat, Ekspor CPO Tertekan

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:25

Bursa Asia Menguat Ikuti Reli Wall Street

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:10

Selengkapnya