Berita

Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Dukung Tax Amnesti Jilid II, Gus AMI: Agar Tidak Ada Uang Gelap

JUMAT, 21 MEI 2021 | 15:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah berencana melakukan tax amnesty atau pengampunan pajak jilid II tahun depan.

Rencana kebijakan itu menyusul adanya permintaan Presiden Joko Widodo kepada parlemen untuk merevisi UU ketentuan umum perpajakan (KUP)

Wakil Ketua DPR RI bidang Kesra Muhaimin Iskandar menyampaikan sangat dimungkinkan pengampunan pajak dilakukan tahun depan.


Tujuan kebijakan pengampunan pajak itu agar pendapatan negara dari sektor pajak meningkat signifikan.

“Masih mungkin, karena dengan tax amnesty jilid II ini diharapkan pendapatan negara diharapkan signifikan,” ucap Gus AMI saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (21/5).

Menurut Ketua Umum DPP PKB ini, dengan adanya kebijakan pengampunan pajak jilid II akan dapat mendorong para wajib pajak (WP)memenuhi kewajiban pajak mereka tanpa dibebani dengan sanksi administrasi pajak lantaran telat membayar.

“Tidak ada uang gelap-gelap. Yang belum dipajak, jadi dipajakkan. Ada kesempatan untuk dipajakkan,” tandasnya.

Kebijakan Tax Amnesty jilid I pernah dilakukan pemerintahan Jokowi pada tahun 2016 dan 2017.

Pada tahun 2016 tepatnya bulan Juli-September itu tarif pengampunan pajak diterapkan 2 persen, kemudian pada Oktober-Desember 2016 angkanya di 3 persen.

Baru kemudian pada Tax Amnesty tahap ketiga yang diberlakukan bulan Januari-Maret 2017 tarifnya ditentukan 5 persen.

Kebijakan Tax Amnesty adalah pengampunan pahjak bagi wajib paajak yang menyimpan uangnya di luar negeri. Selain itu mereka para wajib pajak yang belum melengkapi laporan hartanya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya