Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian/Net

Dunia

Tawarkan Mediasi Jenis Baru, China Siap Jadi Tuan Rumah Pendukung Perdamaian Israel Dan Palestina

JUMAT, 21 MEI 2021 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China terus berupaya menjadi penengah konflik antara Palestina dan Israel yang ditandai dengan diskusi antara utusan khusus mereka bersama para pejabat Palestina dan Mesir. Dalam diskusi tersebut juga akan menjangkau pihak lain termasuk Israel, Rusia, dan Uni Eropa.

Keterangan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam konferensi pers rutin pada Kamis (20/5) waktu setempat.

"Sejak pecahnya konflik Palestina-Israel, China telah memainkan peran sebagai negara besar yang bertanggung jawab dan melakukan banyak pekerjaan konstruktif. Sebagai presiden bergilir dari Dewan Keamanan PBB, China telah memberikan prioritas utama untuk menangani konflik Palestina-Israel saat ini," katanya, seperti dikutip dari Global Times.


Salah satu upaya Beijing adalah dengan mengadakan diskusi bersama sejumlah perwakilan sejumlah negara untuk menemukan solusi terbaik atas konflik yang saat ini sedang berlangsung.

Dikatakan Zhao, utusan khusus Pemerintah China untuk Timur Tengah Zhai Jun, telah melakukan percakapan telepon dengan pejabat kementerian luar negeri Palestina dan Mesir dan melakukan mediasi aktif.

"Dia menyerukan gencatan senjata segera dan menghentikan kekerasan, mendesak lebih banyak bantuan untuk Palestina, dan menegaskan kembali komitmen kuat untuk "solusi dua negara," kata Zhao.

Zhao mengatakan, utusan khusus China juga akan melakukan percakapan telepon dengan orang-orang dari Israel, Rusia, PBB dan Uni Eropa.

"Selama konflik di Timur Tengah berlanjut, China tidak akan menghentikan upayanya untuk mempromosikan perundingan perdamaian," kata Zhao.

Zhao bahkan mengatakan, "Di masa depan, China juga akan menjadi tuan rumah seminar bagi para pendukung perdamaian Palestina dan Israel serta menyambut perwakilan dari Palestina dan Israel untuk datang ke China untuk negosiasi langsung."

Sementara mantan duta besar China untuk Iran dan pakar urusan Timur Tengah, Hua Liming mengatakan bahwa China saat ini sedang mencoba menawarkan jenis mediasi baru, dan mencari solusi yang lebih adil dan lebih efektif untuk konflik Palestina-Israel yang sudah lama ada.

"Tidak seperti AS dan kekuatan besar lainnya, China tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun dan China tidak memiliki sejarah kolonial di wilayah tersebut," kata Hua.

"Saat ini, China menjadi pembeli energi terbesar dari wilayah tersebut dan salah satu mitra dagang terpenting bagi banyak negara Timur Tengah, begitu banyak negara kawasan mengharapkan China untuk memberikan lebih banyak kontribusi untuk menyelesaikan masalah mereka," ujarnya.

Di masa lalu, AS adalah mediator utama untuk menyelesaikan masalah Palestina dan Israel, tetapi solusi yang ditawarkannya tidak akan bertahan lama, dan masalah tersebut telah jatuh ke dalam siklus konflik yang berdampak buruk bagi Palestina dan Israel, papar Hua.

"China tidak akan pernah meniru solusi seperti itu. Tapi kasusnya sangat rumit, jadi China perlu waktu untuk mencari jalan baru bersama dengan semua pihak terkait di kawasan. Situasi saat ini sepertinya tidak akan meningkat tetapi juga tidak akan segera berhenti," ujarnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya