Berita

Gedung sekolah yang diubah menjadi penampungan para pengungsi di Gaza/Net

Dunia

Konflik Gaza, Bukan Hanya Pertarungan Nyawa Karena Rudal Tetapi Juga Ledakan Covid Di Penampungan Para Pengungsi

KAMIS, 20 MEI 2021 | 13:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Konflik Gaza bukan saja menimbulkan kekhawatiran akan kehilangan nyawa. Puluhan ribu warga yang melarikan diri dan mengungsi ke penampungan dapat memicu gelombang baru virus corona.

Seperti ribuan orang lainnya di Gaza, Umm Jihad Ghabayin, ibu rumah tangga 34 tahun, melarikan diri bersama anak-anaknya dari pemboman kedua kubu =Israel dan Hamas- tanpa sempat mengambil apa pun hartanya, apalagi masker wajah, benda kecil yang justru sangat dibutuhkan di tengah serangan Covid-19 yang mengamuk di Palestina.

"Tentu saja saya takut tertular virus corona, tetapi itu akan lebih mudah (untuk diatasi) daripada rudal Israel," kata ibu dari enam anak itu.


"Rudal membunuh kita," salah satu anaknya menambahkan, berusia delapan tahun, dengan kakinya yang kotor karena  debu.

Ghabayin meninggalkan rumah, melarikan diri mencari tempat perlindungan, dan tiba di gedung sekolah yang didukung PBB di mana dia merasa lebih aman. Dia bersatu bersama para pengungsi lainnya yang sesak, dengan resiko tertular virus corona.

"Sejak kami tiba pada hari Jumat, kami belum mandi sekali pun," kata Ghabayin. "Airnya mati berjam-jam, dan total kebersihannya kurang."


Menanggapi tembakan roket dari Gaza, serangan Israel telah menghantam kantong Palestina yang padat sejak 10 Mei, menewaskan sedikitnya 219 orang, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Ketika seluruh blok menara runtuh, menjadi puing-puing yang berasap oleh bom, bahaya langsung dari serangan udara yang menghancurkan telah menggantikan risiko Covid-19 yang kurang jelas - tetapi masih mematikan - bagi warga Gaza.

"Tentu saja saya takut tertular virus corona, tetapi itu akan lebih mudah (untuk diat

Konflik Israel-Hamas telah melenyapkan infrastruktur utama termasuk air dan listrik di Gaza, daerah kantong miskin dan padat yang menampung sekitar dua juta warga Palestina.

Di gedung sekolah yang kini berubah menjadi tempat penampungan, dan di jalan-jalan Gaza yang dilanda bom, hanya sedikit yang berpikir untuk memakai masker.

"Serangan Israel yang berkelanjutan merusak upaya kami melawan virus corona," kata Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza, seperti dikutip dari AFP, Kamis (20/5).

Gaza, di bawah blokade Israel sejak 2007, mencatat beberapa kasus Covid-19 di bulan-bulan awal pandemi.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada pekan lalu, lebih dari 100.000 orang telah dites positif terkena virus korona di Gaza, di antaranya lebih dari 930 telah meninggal.

Adnan Abou Hasna, juru bicara badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan bahwa sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan bagi lebih dari 40.000 pengungsi Gaza bisa menjadi pusat ledakan virus korona.

Sementara tempat cuci tangan dan fasilitas MCK lainnya telah disiapkan, dia mengakui langkah-langkah tersebut tidak memadai. Terutama karena sulitnya air dan listrik terlebih di saat-saat seperti ini.

Konflik juga menghambat peluncuran vaksin, dengan warga Gaza mengandalkan terutama pada pengadaan dari Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat, yang harus mengirimkan stok melalui wilayah Israel.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya