Berita

Ketua Komisi VI DPR RI Faisol/Net

Politik

Faisol Riza Dukung Erick Thohir Yang Tegas Selesaikan Tindakan Immoral Anak Buah

KAMIS, 20 MEI 2021 | 12:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah Menteri BUMN Erick Thohir memecat seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostik (KFD) merupakan bukti ketegasan negara dalam memerangi pandemi.

Begitu kata Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza menyikapi pemecatan seluruh direksi KFD lantaran adanya kasus alat swab tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Faisol Riza mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi sikap dan langkah yang telah diambil Erick untuk membuat jera para oknum.


“Tentu tindakan immoral seperti ini perlu diselesaikan dengan sebuah ketegasan. Ini bukti bahwa tidak boleh ada permainan sekecil apapun dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” tegas Faisol dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/5).

Politisi Fraksi PKB ini melanjutkan, Kimia Farma harus lebih berhati-hati dengan adanya peristiwa pemecatan para direksinya. Pihaknya mendorong adanya pengecekan lebih mendetail dalam penanggulangan, baik dari segi alat tes dan vaksinasi.

Hal ini dibutuhkan untuk mencari tahu adanya kemungkinan pelanggaran hukum yang terjadi di lapangan.

“Sehingga kejadian demikian tidak terulang lagi ke depannya. Ini penting untuk melihat di mana letak kemungkinan dari upaya pelanggaran hukum dan lubang-lubang yang mesti ditutup,” katanya.

Menurutnya, apa yang terjadi di Kualanamu merupakan contoh persoalan yang mesti direspons secara profesional dan serius, berlandaskan semangat good corporate governance.

Selain itu, Faisol memandang perlunya diberikan akses kepada Kementerian Kesehatan dan Kepolisian kepada guna mengawasi dan melakukan pengecekan terhadap alat tes sehingga terjaga kualitasnya.

"Secara berkala diberikan akses. Supaya kepastian pelayanan terhadap penanganan ini terjaga kualitasnya," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya