Berita

Cendikiawan muslim Indonesia, Azyumardi Azra saat jadi pembicara Webinar Kebangsaan bertema "Dukungan Indonesia untuk Palestina" yang digagas PKS, Rabu (19/5)/Rep

Global

Azyumardi Azra: Israel Semena-mena Karena Negara Tetangga Palestina Tidak Menghalangi

RABU, 19 MEI 2021 | 17:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Cendikiawan muslim Indonesia, Azyumardi Azra mengatakan, tindakan agresi militer Israel terhadap Palestina terjadi karena tidak ada negara yang menghalangi.

Analisa Azyumardi Azra, negara-negara di Timur Tengah, yang merupakan tetangga Israel maupun negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik maupun hubungan dagang, tidak mampu bertindak tegas pada Israel.

"Kenapa Israel semena-mena? Karena memang tidak ada yang menghalangi. Negara-negara tetangganya tidak ada satupun yang membela (Palestina), walaupun mereka sebangsa dengan bangsa Palestina," ucap Azyumardi saat menjadi pembicara Webinar Kebangsaan bertema "Dukungan Indonesia untuk Palestina" yang digagas Partai Keadilan Sejahtera, Rabu (19/5).


Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menambahkan, negara tetangga yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel harus tegas, salah satunya memutuskan hubungan dagang atau membekukan hubunga diplomatik dengan Israel.

"Jadi, jangan cuma yang kita lihat sekarang ini negara-megara itu hanya gertakan-gertakan dan retorik saja, bluffing (menggertak) saja, tapi tidak ada yang konflik, jadi susah," katanya.

Menurut Azyumardi, posisi negara tetangga Israel yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel berbeda dengan Indonesia.

Perbedaannya, selama ini Indonesia tidak memiliki keterikatan diplomatik dengan negara Israel.

"Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dan hubungan dagang dengan Israel. Jadi lebih susah posisinya. Oleh karena itu, bangsa Palestina mau diselamatkan, maka bangsa Israel dan tetangga Palestina harus bertindak tegas," ujarnya.

Dia teringat dengan pernyataan mantan Presiden Palestina, Yasser Arafat yang mengatakan bahwa Palestina dihancurkan bukan hanya dengan Israel, tapi juga dengan bangsanya sendiri.

"Jadi jangan cuma berhenti dengan bluffing, banyak negara itu untuk kepentingan politiknya sendiri, di Timur Tengah itu banyaknya bluffing dan gertakan saja," ucap Azyumardi.

Webinar kebangsaan itu dibuka Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang menjadi pembicara kunci. Selain Azyumardi, tokoh lain yang sebagai pembicara adalah Wakil Duta Besar Palestina untuk RI Ahmad Metani, tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani, Ketua Umum DDII Adian Husaini.

Lalu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum DPP PKB Luluk Nur Hamidah, Ketua DPP Permabudhi Prof. Philip K. Wijaya, tokoh Tionghoa Indonesia Lieus Sungkarisma, Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, dan Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Mejelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya