Berita

Para pegawai Pemkot Bekasi lanjutkan tradisi cukur rambut usai mendapatkan opini WTP/Ist

Nusantara

Raih WTP 6 Kali Beruntun, Pejabat Dan Pegawai Pemkot Bekasi Ramai-ramai Gunduli Rambut

RABU, 19 MEI 2021 | 16:35 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Cukur rambut hingga gundul dilakukan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, bersama para pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur setelah kembali meraih penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jabar.

"Sudah menjadi tradisi bagi kami, menggunduli rambut jika kita bisa meraih penghargaan opini WTP dari BPK RI. Alhamdulillah, pada kemarin sore diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI untuk penghargaannya," kata Rahmat Effendi, Rabu (19/5), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.


Sejak 2015, Pemkot Bekasi berhasil mempertahankan opini WTP yang merupakan laporan pertanggungjawaban keuangan daerah 6 kali beruntun. Pemkot Bekasi masuk dalam gelombang pertama bersama Kabupaten Pangandaran.

"Ini adalah kerja sama yang baik dalam sebuah laporan keuangan baik dari pegawai maupun dukungan dari warga Kota Bekasi yang telah berturut turut selama 6 tahun kita raih penghargaan ini," tutur Rahmat.

"Pada pagi ini potong tumpeng dan sarapan bersama juga disiapkan tukang cukur bagi para pegawai atau pejabat yang belum menggunduli rambutnya sebagai tradisi," sambungnya.

Ia berharap laporan keuangan daerah bisa dilaporkan dengan cepat sebelum jatuh tempo. Sebab, para pejabat telah menandatangani laporan keuangan unaudited sampai ke bagian keuangannya baik dari dinas sampai ke Tata Usaha SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Bekasi.

"Saya pulang dari Bandung usai menerima penghargaan, langsung memanggil tukang cukur langganan saya, dan langsung menggunduli saat tiba di rumah. Ini sebagai rasa syukur kita," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya