Berita

Pasukan IDF menembakkan peluru di sepanjang perbatasan Gaza/Net

Dunia

Mesir Ajukan Proposal Gencatan Senjata, Hamas: Belum Ada Kesepakatan Yang Dicapai!

RABU, 19 MEI 2021 | 11:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasukan Hamas membantah laporan bahwa mereka tengah bersiap melakukan gencatan senjata dengan Israel.

Anggota biro politik Hamas, Izzat al-Rishq, mengatakan pembicaraan mengenai gencatan senjata sama sekali belum menemukan kesepakatan.

"Belum. Belum ada kesepakatan yang dicapai. Juga belum ada jangka waktu pasti untuk gencatan senjata juga," katanya, menurut laporan media Dunya Al Watan, seperti dikutip dari Tass, Rabu (19/5).


Namun al-Rishq mengakui bahwa upaya mediator dan kontak terus berlanjut tanpa henti.

Sumber resmi di Kairo mengatakan pada Selasa (18/5) bahwa Mesir telah mengajukan proposal bagi Israel dan Palestina untuk gencatan senjata mulai Kamis (20/5) pukul 06:00 waktu setempat.
 
"Kairo telah mengajukan proposal untuk gencatan senjata yang akan berlaku mulai Kamis, 20 Mei, pukul 06:00 waktu setempat, berkoordinasi dengan pemerintah AS," kata sumber itu kepada kantor berita Tass.

"Kami menunggu faksi Palestina dan pemerintah Israel untuk menanggapi, dan mengharapkan operasi militer dihentikan pada akhir pekan ini."

Delegasi Mesir yang menangani masalah keamanan akan berangkat ke Tel Aviv untuk berbicara dengan rekan-rekan Israel. Kontak dengan pihak Palestina juga dipertahankan. Namun, sejauh ini belum ada kunjungan ke Gaza yang dijadwalkan karena serangan udara masih terus berlangsung.

Menurut Al Arabiya, Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta faksi Palestina, mendukung inisiatif gencatan senjata yang diusung Mesir. Hingga saat ini Israel belum menanggapi proposal tersebut.

Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza saling melemparkan serangan rudal sejak 10 Mei, menyusul ledakan kerusuhan di dekat masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada awal Mei.

Bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel dipicu oleh keputusan pengadilan Israel untuk menyita  rumah-rumah keluarga Palestina dan Arab di lingkungan Sheikh yang telah tinggal di sana selama lebih dari 50 tahun.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya