Berita

Direktur Jenderal Pusat Biomedis Rwanda Sabin Nsanzimana/Net

Dunia

Terkendala Pasokan, Rwanda Tunda Program Vaksinasi Covid-19

RABU, 19 MEI 2021 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rwanda akhirnya menghentikan sementara program vaksinasi virus corona akibat kekurangan pasokan vaksin, setelah terjadi penundaan pengiriman ke negara Afrika itu.

Direktur Jenderal Pusat Biomedis Rwanda Sabin Nsanzimana mengatakan jumlah vaksinasi di Rwanda saat ini masih rendah.

Dalam rencananya, Rwanda berniat memvaksinasi 30 persen populasi pada akhir 2021 dan 60 persen pada akhir 2022. Hingga Selasa (18/5) baru sekitar 350.400 orang yang telah menerima suntikan, mewakili hanya 5 persen dari total populasi.


Nsanzimana mengatakan 500.000 dosis vaksin yang diperoleh Rwanda dari India belum tiba, menyusul krisis kesehatan di negara itu yang kemudian memengaruhi pasokan vaksin ke negara-negara berkembang.

Namun, dia berusaha meyakinkan rakyatnya bahwa negara sedang berupaya mendapatkan vaksin dari tempat lain yang dapat dikirimkan segera, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (19/5).

Negara Afrika Timur itu mencatat 26.344 kasus Covid-19, 24.808 pemulihan dan 346 kematian pada Selasa (18/5) waktu setempat.

Rwanda menerima pengiriman pertama 240.000 dosis vaksin AstraZeneca-Oxford dan 102.960 dosis vaksin Pfizer pada bulan Maret dari fasilitas COVAX yang diinisiasi WHO.

Setelah itu, pemerintah meluncurkan vaksinasi nasional untuk kelompok berisiko yang diidentifikasi sebagai prioritas pada awal Maret, mereka termasuk tenaga kesehatan, pekerja garis depan dan mereka yang berusia lebih dari 65 tahun atau dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Mereka kemudian memperpanjang kelayakan, termasuk mereka yang berusia lebih dari 60 tahun, personel keamanan, pedagang pasar, dan pengemudi angkutan umum.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya