Berita

Asap mengepul dari pelabuhan Kota Gaza setelah pemboman Israel, 17 Mei 2021/Net

Dunia

Akademisi AS: Ungkapan Solidaritas Saja Tidak Cukup, Dunia Muslim Harusnya Beri Dukungan Militer Untuk Palestina

RABU, 19 MEI 2021 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang akademisi AS, Hatem Baizan, mengungkapkan bahwa seharusnya dunia Muslim memberikan dukungan militer kepada Palestina untuk membela diri, alih-alih hanya mengungkapkan solidaritas semata.
 
Hal itu disampaikan dosen di Departemen Studi Etnis Universitas California Berkeley itu saat diwawancarai oleh media Turki, Anadolu Agency.

"Dan (Israel) melepaskan kekuatan militernya pada orang-orang Palestina tanpa senjata sama sekali," kata dosen itu, mencatat bahwa Palestina sedang menghadapi tentara terbesar keempat di dunia.


Dalam kritik terhadap dunia Islam, Baizan mengatakan negara-negara Muslim besar memiliki pesawat terbang, peluncur roket sebagai perlengkapan militer, namun tidak menggunakannya untuk membantu Palestina.

"Mereka menggunakannya untuk melawan Yaman. Mereka sama sekali tidak terlibat atau mendukung Palestina yang memerangi kolonialisme pemukim," kata akademisi itu.

"Dan saya pikir dunia Muslim harus diuji, dukungan emosional tidak cukup. Dan tidak cukup hanya turun ke jalan dan protes. Anda harus benar-benar terlibat dan melihat bagaimana Anda dapat mendukung Palestina," kata Baizan.

Ketegangan yang dimulai di Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadhan, kini telah menyebar ke Gaza sebagai akibat serangan Israel terhadap jamaah di kompleks Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah.

Saat itu warga Palestina memprotes rencana penggusuran Israel atas Sheikh Jarrah, yang kemudian ditunda oleh pengadilan Israel.

Dalam serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang terkepung sejak Senin, setidaknya 213 warga Palestina telah tewas pada Selasa, termasuk 61 anak-anak, 36 wanita, dan 16 orang lanjut usia, menurut Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza.

Sepuluh orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza ke Israel.

Terbaru, serangan roket Gaza juga menewaskan dua pekerja asing asal Thailand.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya