Berita

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana/Net

Politik

Hikmahanto Juwana: Demi Kemanusiaan Negara-negara Perlu Lobi Pemerintah AS

SELASA, 18 MEI 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana meminta agar kekerasan yang terjadi di Palestina harus dihentikan.

Pasalnya, tindakan kekerasan itu melibatkan korban dari Perempuan dan anak yang tak berdosa.

Hikmahanto menambahkan, berbagai negara telah merespons dan mengutuk penggunaan kekerasan yang dilakukan. Hanya saja respons tersebut digantungkan pada orientasi pihak mana yang didukung.


“Semisal Pemerintah AS mengutuk serangan oleh Hamas terhadap Israel. Sementara negara-negara Islam yang mendukung rakyat Palestina dalam perjuangannya berhadapan dengan Israel mengutuk serangan yang dilakukan oleh otoritas Israel,” kata Hikmahanto lewat pernyataan persnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selama (18/5).

Menurut Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, ada baiknya saat ini semua pihak untuk tidak mengedepankan orientasi politik atau ideologi.

Dalam pandangan Hikmahanto, yang dikendepankan adalah kekerasan harus segera diakhiri demi kemanusian.

"Korban baik di Palestina maupun Israel harus bisa dihentikan. Selanjutnya demi kemanusiaan harus ada de-eskalasi penggunaan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai,” katanya.

Selain itu, lanjut Hikmahanto, pernyataan-pernyataan dari berbagai pemerintah juga harus dihentikan.

Tujuannya, agar tidak terlibat dalam masalah baru dan justru melupakan para korban dan calon korban dari pertikaian yang ada.

"Demi kemanusiaan juga PBB, khususnya Dewan Keamanan, serta OKI harus mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan jatuhnya korban.  Demi kemanusiaan Negara perlu melakukan lobby dengan pemerintah AS,” tegasnya.

"Pemerintah AS merupakan kunci agar Israel tidak melakukan serangan membabi buta terhadap bangsa Palestina,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Presiden Prabowo Minta Fokus Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15

BMKG: Cuaca Ekstrem Efek Samping OMC adalah Kekeliruan Sains

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58

Kasus Penjual Es Gabus di Kemayoran Disorot DPR

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54

Berikut Tiga Kesimpulan RDPU DPR soal Kasus Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35

Disanksi Disiplin, Serda Heri Minta Maaf dan Peluk Pedagang Es Gabus

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29

Pemuda dan Aktivis Mahasiswa Ingin Dilibatkan dalam Tim Reformasi Polri

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20

Raja Juli Pantas Masuk Daftar List Menteri yang Harus Diganti

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Kacamata Kuda Hukum Positif

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33

Lomba Menembak TSC Panglima Kopassus Cup 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22

Selengkapnya