Berita

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein /Net

Dunia

Malaysia Kecewa, DK PBB Lagi-lagi Gagal Satukan Sikap Untuk Hentikan Kekerasan Israel

SELASA, 18 MEI 2021 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Malaysia mengaku kecewa kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang kembali gagal menyatukan sikap untuk menghentikan kekerasan Israel terhadap Palestina.

Kekecewaan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein dalam sebuah pernyataan resmi pada Senin (17/5) waktu setempat.

"Ini adalah sesi ketiga DK PBB minggu ini, namun belum ada satu pernyataan pun yang dirilis tentang situasi terkini di Palestina," katanya, seperti dikutip dari Bernama, Selasa (18/5).


"Dengan tidak adanya aksi persatuan Dewan Keamanan, Malaysia, sejalan dengan panggilan bersama kami dengan Brunei Darussalam dan Indonesia, mendesak Majelis Umum untuk mengadakan sidang khusus untuk segera mengakhiri permusuhan," kata pernyataan itu.

"PBB harus memaksa Israel untuk mematuhi semua kewajiban hukum internasional serta Piagam PBB," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan tersebut Malaysia juga kembali mengutuk tindakan Israel yang menimbulkan banyak korban sipil.

"Sekali lagi, Malaysia mengutuk keras serangan, sembarangan dan meningkatkan serangan oleh Pasukan Pendudukan Israel dan pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina dan jamaah di Masjid Al-Aqsa," kata pernyatan itu.

Malaysia juga mengutuk keras semua penggusuran paksa warga Palestina dari rumah mereka, termasuk di lingkungan Sheikh Jarrah dan Silwan di Yerusalem Timur.

"Malaysia tidak akan pernah mengakui penyitaan terang-terangan atas tanah Palestina oleh Israel karena pemukiman ilegal," pungkas pernyataan itu.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya