Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule dan aktivis ProDEM/Net

Politik

Iwan Sumule: Jangan Larut Pada Sumpah Serapah Ke Israel, Negeri Kita Pun Terjadi Tragedi Kemanusiaan

MINGGU, 16 MEI 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebagai bagian dari masyarakat internasional, rakyat Indonesia memang berhak menyuarakan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Apalagi, kejadian tersebut berlangsung saat rakyat Indonesia yang mayoritas muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

“Kita harus bersimpati atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina, terlebih dilakukan Israel saat umat muslim sedang merayakan Idul Fitri 1442 H,” tutur Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (16/5).


Namun demikian, Iwan Sumule meminta masyarakat Indonesia tidak larut dalam kesedihan dan terus menerus menyampaikan sumpah serapah ke Israel. Ini lantaran di negeri sendiri juga telah terjadi tragedi kemanusiaan.

Mulai dari penggusuran paksa warga, perlakuan tidak adil, hingga pembungkaman aktivis demokrasi. Tragedi teranyar adalah peristiwa KM 50 Tol Cikampek yang menewaskan 6 laskar FPI.

Sementara kasus yang lama adalah tragedi kemanusiaan Talangsari, Lampung tahun 1989. Di mana berdasarkan catatan Komnas HAM, tragedi Talangsari telah menelan 130 korban jiwa, 77 orang dipindahkan secara paksa, 53 orang dirampas haknya sewenang-wenang, dan 46 orang lainnya disiksa.

“Tragedi Kemanusiaan Talang Sari Lampung, kurang apa ketika orang sedang shalat di masjid pun diberondong peluru,” tegas Iwan Sumule.

“Jadi sebelum Israel hari ini melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, kita juga sudah lebih dulu melakukannya,” tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya