Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Kecam AS Karena Menunda Pertemuan DK PBB Terkait Konflik Israel-Palestina

SABTU, 15 MEI 2021 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China mengungkapkan kekesalannya atas keputusan Amerika Serikat (AS) yang memaksa Dewan Keamanan PBB untuk menunda pertemuan tentang masalah Palestina-Israel yang semula dijadwalkan dibuka pada Jumat (14/5).

Kecaman itu dilontarkan Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menyusul keberatan yang datang dari AS yang menginginkan pertemuan ditunda hingga beberapa hari ke depan.

"Seperti komunitas internasional, China juga sangat prihatin dengan situasi yang meningkat saat ini antara Israel dan Palestina," kata Hua, seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (14/5).


Dia mengatakan, bahwa sebagai pemegang jabatan kepresidenan bergilir DK PBB pada bulan Mei, China telah aktif menengahi dan mempromosikan diselenggarakannya dua konsultasi darurat Dewan Keamanan untuk membahas konflik Israel-Palestina.

"Para anggota Dewan Keamanan secara umum telah menyatakan keprihatinan dan kekhawatiran mereka tentang situasi konflik dan meminta Dewan Keamanan untuk menjalankan perannya yang semestinya untuk meningkatkan stabilitas dan pendinginan situasi dan mencegahnya lepas kendali," katanya.

Hua juga mengatakan, bahwa Amerika Serikat telah mengambil posisi yang berlawanan melawan komunitas internasional, dan dia meminta negara tersebut untuk menjelaskan mengapa mereka melakukan ini.

"Saya ingin tahu apakah pihak AS dapat memberikan jawaban yang jujur ​​untuk pertanyaan ini. Mengapa melakukan ini?" tegas Hua.

Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat terus mengatakan bahwa mereka peduli dengan hak asasi umat Islam.

"Sekarang konflik Israel-Palestina telah terulang kembali, dan sejumlah besar Muslim Palestina telah terpengaruh oleh perang dan menderita, tetapi Amerika Serikat menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan mereka dan sangat menghalangi masalah ini," ujar Hua.

"Sementara itu, ia (AS) bergabung dengan beberapa sekutunya dan berusaha mengatur pertemuan yang tidak berarti tentang masalah terkait Xinjiang berdasarkan kebohongan dan prasangka politik, yang sebenarnya merupakan lelucon politik," katanya.

"Amerika Serikat harus menyadari bahwa kehidupan Muslim Palestina sama berharganya," kata juru bicara itu.

Hua mengatakan, dalam menghadapi situasi serius saat ini, semua pihak harus melakukan segala upaya untuk mendinginkan situasi, melindungi keselamatan dan hak serta kepentingan rakyat biasa, dan mencegah krisis meningkat dan tidak terkendali.

"China akan terus mendorong Dewan Keamanan untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mengambil tindakan terhadap konflik Israel-Palestina sejak dini, menegaskan kembali komitmennya dan dukungan kuat untuk 'solusi dua negara', dan mempromosikan pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu secepat mungkin," demikian Hua.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya