Berita

Laporan terbaru yang dirilis oleh sebuah kelompok hak asasi Uighur menemukan bahwa China telah memenjarakan setidaknya 630 imam dan tokoh agama Islam lainnya sejak 2014 di Xinjiang/Net

Dunia

UHRP: China Penjarakan 630 Imam Uighur Di Xinjiang Sejak 2014

KAMIS, 13 MEI 2021 | 18:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Nasib warga minoritas Uighur di wilayah Xinjiang Xhina kembali mengundang sorotan publik dunia pekan ini. Pasalnya, laporan terbaru yang dirilis oleh sebuah kelompok hak asasi Uighur menemukan bahwa China telah memenjarakan setidaknya 630 imam dan tokoh agama Islam lainnya sejak 2014 di Xinjiang.

Laporan ini dibuat berdasarkan penelitian yang disusun oleh Proyek Hak Asasi Manusia Uighur (UHRP) dan dibagikan dengan BBC (Kamis, 13/5).

Dalam laporan tersebut juga ditemukan bukti bahwa 18 imam telah meninggal dalam penahanan atau meninggal tidak lama setelah penahanan.


Para imam yang ditangkap tersebut banyak yang menghadapi tuduhan luas seperti menyebarkan ekstremisme, mengumpulkan massa untuk mengganggu ketertiban sosial, dan menghasut separatisme.

Namun, menurut kesaksian kerabat, merujuk pada laporan tersebut, kejahatan sebenarnya di balik dakwaan ini seringkali berupa dakwah, membentuk kelompok doa, atau sekadar bertindak sebagai imam.

Secara total, UHRP melacak nasib 1.046 imam, sebagian besar dari mereka merupakan kelompok Uighur, menggunakan dokumen pengadilan, kesaksian keluarga, dan laporan media dari database publik dan pribadi.

Sementara itu, 1.046 imam tersebut dilaporkan ditahan di beberapa titik. Namun dalam banyak kasus, bukti yang menguatkan tidak tersedia dengan bebas karena kontrol ketat China atas informasi di wilayah tersebut.

Namun, laporan tersebut juga mengemukakan bahwa di antara 630 kasus di mana penangkapan itu terjadi, setidaknya 304 imam ampaknya telah dikirim ke penjara, dan bukan kamp "pendidikan ulang".

Meski begitu, laporan itu juga mengakui bahwa basis data yang mereka gunakan tidak lengkap, karena hanya didasarkan pada penelitian aktivis Uighur Abduweli Ayup, serta Basis Data Korban Xinjiang dan Basis Data Keadilan Transisi Uyghur. Sehingga, laporan itu hanya mewakili sebagian kecil dari total perkiraan jumlah imam di Xinjiang.

Di sisi lain, China kerap kali membantah dan berdalih bahwa penangkapan semacam itu merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai program "pendidikan ulang" di Xinjiang, demi adalah untuk membasmi ekstremisme di antara Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya