Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diprotes Filipina, Hong Kong Batalkan Keputusan Wajib Vaksin Bagi Pekerja Migran Termasuk Dari Indonsia

SELASA, 11 MEI 2021 | 16:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hong Kong akhirnya membatalkan rencana untuk mewajibkan vaksin virus corona bagi pekerja migran, setelah proposal tersebut memicu protes dan perselisihan diplomatik dengan Filipina.

Sebelumnya, pejabat kesehatan Hong Kong berencana untuk meluncurkan inokulasi wajib bagi 370.000 pekerja rumah tangga di kota tersebut, yang sebagian besar adalah tenaga kerja perempuan dengan gaji rendah dari Filipina dan Indonesia.

Mereka yang ingin mengajukan visa kerja - atau memperbarui visa mereka saat ini - perlu menunjukkan bahwa mereka telah menerima dua dosis.


Tetapi pada hari Selasa (11/5), pemimpin Hong Kong, Carrie Lam mengumumkan perubahan arah atas keputusan tersebut.

“Pemerintah telah memutuskan untuk tidak meminta vaksinasi wajib ketika pekerja memperbarui kontrak mereka,” katanya, seraya menambahkan keputusan itu diambil setelah pertemuan dengan pejabat dari Filipina dan Indonesia, seperti dikutip dari AFP, Selasa (11/5).

Sekretaris urusan luar negeri Filipina Teodoro Locsin sebelumnya telah memperingatkan bahwa proposal awal itu ‘bernada diskriminasi’.

Sementara pejabat kesehatan Hong Kong mengumumkan rencana vaksinasi wajib setelah dua pekerja rumah tangga ditemukan terinfeksi salah satu jenis virus corona yang lebih ganas.

Mereka mengatakan pekerja rumah tangga ‘berisiko tinggi’ karena mereka sering bekerja dengan orang tua dan bertemu di taman pada hari Minggu - biasanya satu hari libur dalam seminggu.

Kelompok pekerja yang mewakili pekerja rumah tangga mengatakan bahwa mereka merasa dikucilkan, mencatat bahwa keluarga tempat mereka bekerja - serta penduduk setempat yang bekerja di lingkungan seperti panti jompo - tidak diharuskan mendapatkan vaksinasi.

Mereka juga menunjukkan bahwa migran asing yang lebih kaya seperti pekerja keuangan kerah putih kota tidak dipaksa untuk mendapatkan vaksin ketika wabah virus korona dilacak ke distrik mereka yang kaya.

Berkat tindakan karantina yang ketat dan aturan jarak sosial yang menyakitkan secara ekonomi, Hong Kong telah menahan infeksi hingga hanya di bawah 12.000 kasus dan 210 kematian. Kota ini telah mendapatkan dosis vaksin yang cukup tetapi penerimaan publik sangat rendah.

Sejauh ini hanya 16 persen dari 7,5 juta penduduk kota telah menerima satu atau lebih dosis, jauh dari 60-70 persen yang dianggap perlu untuk kekebalan kawanan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya