Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Susul Kanada, AS Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Pada Anak Usia 12-15 Tahun

SELASA, 11 MEI 2021 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Regulator AS akhirnya mengesahkan izin penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun pada Senin (10/5) waktu setempat.

Ini menjadi pembaruan setelah sebelumnya, Food and Drug Administration (FDA) AS mengijinkan penggunaan vaksin untuk orang-orang yang berusia 16 tahun pada Desember tahun lalu.

Persetujuan baru itu dimaksudkan memperluas program inokulasi negara itu karena tingkat vaksinasi telah melambat secara signifikan.


"Tindakan hari ini memungkinkan populasi yang lebih muda terlindungi dari Covid-19, membawa kita lebih dekat untuk kembali ke rasa normal dan mengakhiri pandemi," kata Penjabat Komisaris FDA, Janet Woodcock dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/5).

"Orang tua dan wali dapat yakin bahwa agensi melakukan peninjauan yang cermat dan menyeluruh terhadap semua data yang tersedia, seperti yang kami miliki dengan semua otorisasi penggunaan darurat vaksin Covid-19 kami," ujarnya.

Ini adalah vaksin Covid-19 pertama yang disahkan di AS untuk kelompok usia ini, dipandang sebagai langkah penting untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah dengan selamat. Presiden Joe Biden sendiri telah meminta negara bagian untuk segera menyediakan vaksin bagi remaja yang lebih muda.

Sebelumnya, Kanada sudah lebih dulu memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfzer-BioNTech bagi masyarakat usia 12 tahun ke atas pekan lalu.

Kebanyakan anak dengan Covid-19 hanya mengalami gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, anak-anak bukannya tanpa risiko menjadi sakit parah, dan mereka masih bisa menyebarkan virus. Ada wabah yang ditelusuri ke acara olahraga dan aktivitas lain untuk anak-anak dalam rentang usia ini.

Namun, izin vaksinasi untuk anak-anak untuk masih menimbulkan keraguan di berbagai kalangan, terutama orang tua. Pejabat kesehatan bahkan mengatakan keraguan vaksin pada beberapa orang dewasa akan lebih terlihat jika menyangkut anak-anak mereka.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya