Berita

Presiden Joe Biden/Net

Dunia

Joe Biden: Pengangguran Yang Ditawari Pekerjaan Harus Mengambilnya Atau Kehilangan Tunjangan

SELASA, 11 MEI 2021 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Joe Biden menegaskan Gedung Putih tidak 'melihat banyak bukti' bahwa tunjangan pengangguran federal atau paket stimulus virus corona, sebesar 300 dolar per minggu yang diberlakukan sampai September 2021, membuat orang menjadi 'malas bekerja'.

"Orang Amerika pasti ingin bekerja," tegas Biden pada Senin (10/5)  menanggapi laporan yang mengecewakan minggu lalu.
 
Kemudian ia mengatakan bahwa penerima tunjangan pengangguran di bawah American Rescue Plan harus siap dan bersedia saat ditawari pekerjaan yang sesuai. Jika menolak, maka dia akan kehilangan tunjangan penganggurannya itu. Kecuali bagi mereka memiliki kendala kerentanan terhadap virus Covid-19.


"Jika Anda menerima tunjangan pengangguran dan Anda ditawari pekerjaan yang sesuai, Anda tidak dapat menolak pekerjaan itu dan terus mendapatkan tunjangan pengangguran," kata Biden, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/5).

Dia juga mengarahkan Departemen Tenaga Kerja AS bekerja dengan negara bagian untuk menetapkan kembali persyaratan bahwa mereka yang menerima tunjangan pengangguran harus menunjukkan bahwa mereka secara aktif mencari pekerjaan.

Dalam pidatonya pada Senin itu, Biden menolak anggapan bahwa dana dari paket bantuan progresif disalahgunakan, mendorong pemberi kerja untuk menawarkan gaji yang kompetitif kepada orang Amerika untuk kembali bekerja.

"Harapan saya adalah ketika ekonomi kembali, perusahaan-perusahaan ini akan memberikan upah yang adil dan lingkungan kerja yang aman, dan jika mereka melakukannya, mereka akan menemukan banyak pekerja. Dan kita semua akan keluar bersama-sama dan lebih baik daripada sebelumnya," katanya.

Pernyataan Biden muncul hanya beberapa hari setelah laporan pekerjaan terbaru menunjukkan lebih sedikit pekerjaan yang diciptakan dari yang diharapkan, yaitu 260.000 banding 1 juta.

Beberapa pengusaha mengatakan bahwa mereka merasa sulit untuk menemukan pekerja. Mengundnag kritikan dari Partai Republik yang mengatakan bahwa itu semua terjadi karena adanya paket stimulus yang membuat orang 'keenakan'.

Partai Republik, yang secara seragam menentang paket pemulihan 1,9 triliun dolar AS, menggunakan laporan pekerjaan itu sebagai bukti bahwa kebijakan Biden secara langsung merugikan bisnis AS dan memperlambat pemulihan ekonomi negara dari pandemi.

"Ini adalah kemunduran ekonomi yang menakjubkan," tulis Kevin Brady, anggota palemen Texas, dalam tweet-nya. setelah laporan itu keluar.

"Bukti tegas bahwa Presiden Biden menyabotase pemulihan pekerjaan kami dengan janji pajak yang lebih tinggi." katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya