Berita

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena/Net

Politik

Pemuda Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Melki Laka Lena: Sebaiknya Ditahan Dulu, Jangan Lagi Muncul Korban

SENIN, 10 MEI 2021 | 14:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus asal Buaran, Jakarta Timur, meninggal dunia usai disuntik vaksin AstraZaneca dari Universitas Oxford, Inggris AstraZeneca.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emmanuel Melkiades Lakalena mendesak pemerintah untuk menahan distribusi vaksin AstraZeneca ke masyarakat Indonesia untuk program vaksinasi nasional.

"Kalau memang barangnya ini masih bermasalah, sebaiknya dihold dulu, jangan sampai lagi muncul korban-korban berikutnya yang tidak perlu yang bisa membuat masyarakat kita jadi korban karena AstraZeneca,” tegas Melki kepada wartawan, Senin (10/5).


Politisi dari Fraksi Golkar ini menambahkan, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) harus melaukan pengecekan.

Termasuk menganalisis mendalam terkait penyebab meninggalnya peserta vaksinasi yang menggunakan AstraZaneca di GBK beberapa waktu lalu.

Melki mengakui sudah memberi catatan kepada beberapa pihak seperti Kemenkes, BPOM, Komnas KIPI untuk mencermati dampak Astrazeneca yang terjadi di berbagai negara Eropa. Negara- negara yag sebelumnya sudah menahan peredaran vaksin AstraZeneca.

"Sudah memberikan catatan kepada Badan POM, Kemenkes, dan Komnas KIPI itu untuk betul-betul sangat berhati-hati dalam memastikan penggunaan AstraZenaca di Tanah Air karena melihat perkembangan di berbagai belahan dunia yang lain,” ujarnya.

Legislator dari NTT ini mengatakan, peristiwa meninggalnya Trio Fauqi Virdaus yang disuntik AstraZeneca, harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. Khususnya, Kemenkes, BPOM, dan juga Komnas KIPI.

“Agar alasan betul-betul sesuai data lapangan apa adanya kepada publik. Jadi kita harus betul-betul dapat kejelasan dari 3 pihak ini ya, Komnas KIPI, Kemenkes, Badan POM. Sehingga masyarakat tenang mengikuti vaksinasi menggunakan produk AstraZeneca,” ucapnya.

"Karena ini bukan kita di dalam negeri, tapi di belahan dunia lain, khususnya di Eropa itu sudah meng-hold,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Presiden Prabowo Minta Fokus Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15

BMKG: Cuaca Ekstrem Efek Samping OMC adalah Kekeliruan Sains

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58

Kasus Penjual Es Gabus di Kemayoran Disorot DPR

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54

Berikut Tiga Kesimpulan RDPU DPR soal Kasus Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35

Disanksi Disiplin, Serda Heri Minta Maaf dan Peluk Pedagang Es Gabus

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29

Pemuda dan Aktivis Mahasiswa Ingin Dilibatkan dalam Tim Reformasi Polri

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20

Raja Juli Pantas Masuk Daftar List Menteri yang Harus Diganti

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Kacamata Kuda Hukum Positif

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33

Lomba Menembak TSC Panglima Kopassus Cup 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22

Selengkapnya