Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule dan para aktivis ProDEM/Net

Politik

ProDEM: Kebijakan Diskriminatif Jokowi Yang Selalu Berpihak Pada China Bisa Timbulkan Kemarahan Rakyat

SENIN, 10 MEI 2021 | 10:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kebijakan pemerintah di penghujung bulan suci Ramadhan dinilai diskriminatif pada rakyat kecil, khususnya umat Islam. Sebab, jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat dilarang untuk mudik ke kampung halaman.

Sejumlah penyekatan dilakukan di beberapa titik. Sementara warga yang melanggar atau nekat mudik akan dikenai sanksi. Mulai dari sanksi diputar balik ke tujuan asal, hingga ancaman penjara.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menilai kebijakan ini diskriminatif lantaran di satu sisi pemerintah memberi karpet merah bagi warga negara asing dari Republik Rakyat China (RRC) datang ke tanah air.


Tercatat sebanyak 171 WN China masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (6/5). Mereka mendarat pukul 11.50 menggunakan pesawat Xiamen Air MF 855 dari Fuzhou.

Sementara pada Selasa (4/5), Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jendral Imigrasi Arya Pradhana Anggakara menjelaskan bahwa sebanyak 85 WN China datang di Bandara Soetta dengan menumpang pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ 8353 dari Shenzhen.  

Iwan Sumule mengingatkan Presiden Joko Widodo bahwa kebijakan yang diskriminatif ini bisa menimbulkan gejolak sosial yang berujung pada pelengseran pucuk pimpinan negeri ini.

Apalagi, berdasarkan catatan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebanyak 2 ribu orang yang masuk ke tanah air, baik pekerja migran Indonesia maupun WNA, didapati positif Covid-19 sekalipun membawa surat negatif corona.

“Kebijakan diskriminatif pemerintahan Jokowi yang terlalu berpihak terhadap Beijing dan taipan, dapat menimbulkan gejolak sosial dan kemarahan rakyat,” tekannya kepada redaksi, Senin (10/5).

Namun demikian, Iwan Sumule juga mengingatkan rakyat. Jika hanya diam saja atas perilaku diskriminatif ini, berarti rakyat masih bisa terus bersabar dan memaafkan Presiden Joko Widodo.

Lain halnya jika rakyat beraksi untuk meluapkan kemarahan atas kebijakan-kebijakan yang tidak pro wong cilik dan justru terus mengistimewakan WN China.

“Jika rakyat tak marah ketika dapat perlakuan tak adil, berarti pemerintahan Jokowi masih dimaafkan rakyat. Iya nggak sih?” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya