Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Harga Daging Terus Merangkak Naik, PPI Pertanyakan Distribusi Daging Frozen India Yang Disiapkan Bulog

SENIN, 10 MEI 2021 | 08:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Potensi kenaikan harga daging dengan sangat tinggi menjelang Lebaran dinilai Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jawa Barat sangat mungkin terjadi.

Sebab, berdasarkan pantuan di sejumlah pasar daging di Kota Bandung saja sudah mulai menunjukkan gejala kenaikan harga yang signifikan.

Di Pasar Sederhana, Dasep salah seorang penjual daging, menjual dengan harga Rp 145.000/kg. Di Pasar Ciroyom, Geri sebagai grosir menjual dengan harga Rp 140.000/kg.


Sedangkan di Pasar Caringin, sebagai grosir, Acep juga melepas dengan harga Rp 140.000/kg. Di Pasar Gede Bage, Yadi menjual daging dengan harga Rp 150.000/kg.

Ketua PPI Jabar, Ahmad Baehaqi mengatakan, harga tersebut masih akan terus berpotensi naik dalam 3 hari terakhir menjelang lebaran.

"Pemicu naiknya harga daging sapi fresh adalah karena harga sapi impor dari Australia sudah sangat mahal. Sementara sapi lokal tidak mampu memberi pasokan yang cukup ke rumah potong hewan. Harga karkas saja sudah mencapai Rp 105.000/kg dan bergerak ke Rp 110.000/kg. Fakta itulah yg menjelaskan mengapa harga daging naik menjadi Rp 140.000/kg atau lebih," jelas Ahmad Baehaqi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (9/5).

Ia mempertanyakan, ke mana daging frozen India yang infonya disiapkan oleh pemerintah untuk buffer stock melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) dan rantai distribusinya. Sehingga peran Bulog untuk menjaga stabilitas harga daging di pasar yang bergejolak juga menjadi pertanyaan.

"Seharusnya Bulog dan jaringan distributornya, misalnya PT Suri Nusantara Jaya dapat efektif bekerja dan hadir secara nyata membantu masyarakat mendapatkan harga daging sapi yang wajar dan terjangkau," paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya menghkawatirkan bila pasca lebaran harga daging belum langsung turun.

"Jangan sampai justru terjadi aroma monopoli dan perilaku kartel. Jika ini terjadi, jelas akan merugikan masyarakat," jelasnya.

Karena itu, PPI Jawa Barat mengajak semua elemen dan stakeholder, terutama KPPU, untuk mengontrol pihak-pihak yang berpotensi melakukan monopoli dan kartel distribusi daging frozen asal India, yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil di masa terjadi pergolakan harga seperti sekarang ini.

"Demi kepentingan masyarakat untuk mendapatkan harga daging yang terjangkau," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya