Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Promosi Babi Panggang Buat Lebaran, Presiden Bisa Kena 156a KUHP

MINGGU, 09 MEI 2021 | 10:23 WIB

SAMBIL menegaskan larangan mudik Presiden Jokowi menawarkan kuliner online yang salah satunya adalah Bipang Ambawang. Ternyata Bipang Ambawang adalah babi panggang khas Ambawang Kalimantan.

Sontak membuat geger, karena promosi presiden ini berkaitan dengan oleh oleh mudik lebaran. Perayaan hari raya Umat Islam Iedul Fitri. Menjadi pertanyaan, babi panggang menu lebaran ?

Jubir Fadjroel Rahman mencoba menolong dengan "ngeles" bahwa bipang adalah jipang, makanan yang ada di Jawa disukai juga oleh Fadjroel katanya.


Yang dimaksud Jokowi Bipang adalah Jipang, kata Fadjroel. Penjelasan ini tentu ditertawakan bahkan dianggap membodohi netizen. Sangat jelas Presiden mempromosikan kuliner Bipang Ambawang Kalimantan dan itu adalah babi panggang Ambawang. Produsen babi panggang sendiri ada yang sengaja berterima kasih atas promosi presiden.

Sulit mengeles sebenarnya namun kini kembali kepada Presiden Jokowi yang mau atau tidak mengklarifikasi. Salah teks, salah baca, tidak tahu bipang, atau memang secara sadar benar mempromosikan.

Jika mau lucu-lucuan dibentuk saja Tim Pencari Fakta Omongan Presiden (TPF-Ompres). Jika yang dimaksud promosi bipang ini untuk non muslim, maka sangat tidak relevan dengan konteks larangan mudik lebaran.

Jokower ada yang mengecam kesalahan Mensesneg atas insiden ini. Desain pidato yang tidak matang. Bahkan dengan jengkel meminta agar Pratikno dipecat.

Ungkapan presiden soal kuliner Bipang Ambawang bisa menjadi ringan jika Presiden Jokowi sendiri mengklarifikasi. Akan tetapi dapat juga berakibat berat, bukan saja dampak politik tetapi akibat hukum, yaitu penodaan agama.

Mempromosikan babi panggang kepada muslim yang akan menjalankan Iedul Fitri adalah sebuah penistaan. Presiden Jokowi sebagaimana Ahok dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal kurungan 5 tahun.

Seluruhnya kembali kepada Presiden Jokowi sendiri dan umat Islam yang merasa tersinggung atas penawaran barang haram untuk lebaran oleh seorang Presiden. Apa dan bagaimana kelanjutannya?

M. Rizal Fadillah

Pemerhati Politik dan Keagamaan

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya