Berita

Martua Siadari/RMOLSumut

Politik

Kecam Pemukulan Mahasiswa, Relawan Demokrasi Perjuangan Sumut: Barbar!

MINGGU, 09 MEI 2021 | 02:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi represif yang dilakukan aparat pengamanan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara saat unjuk rasa mahasiswa yang memprotes kenaikan BBM dikritik banyak pihak.

Salah satunya adalah kecaman keras dari DPD Relawan Demokrasi Perjuangan Sumatera Utara, yang menilai Pemerintahan Gubernur Edy Rahmayadi seperti mencerminkan pemerintahan era Orde Baru yang antikritik, represif, dan intimidatif.

"Hanya sepuluh orang saja yang menyampaikan aspirasi, dipentungi, bagaimana kalau lebih ramai? Mungkin ditembaki seperti zaman Orde Baru dahulu," ujar ketua DPD Repdem Sumatera Utara, Martua Siadari, kepada wartawan, Sabtu (8/5).


"Ya, kurang lebih pemerintaham Edy Rahmayadi ini sama seperti itu (pemerintahan orde baru). Menggebuki mahasiswa dan membungkam wartawan. Bahkan Edy lebih parah lagi, karena tidak membangun apa apa di Sumut.... Barbar," sambungnya.

Ditambahkan Martua, tindakan yang dilakukan tim pengamanan rumah dinas Gubernur merupakan cerminan pimpinannya.

"Apalagi kita tahu tipikal Gubernur Edy, makanya pengamanan berani bertindak berlebihan dengan memukul, menendang, menyeret-nyeret, dan mencekik mahasiswa meski di bulan suci Ramadhan sekalipun. Dimana umat Islam tidak hanya menahan nafsu haus dan lapar, tetapi termasuk nafsu amarah dan lainnya," tutur Siadari.

Celakanya, selain mahasiswa, wartawan juga tidak luput dari tindakan represif petugas pengamanan rumah dinas Gubernur Sumut itu. Hal ini, lanjut Siadari, makin memperkuat gaya Orde Baru yang melekat di Pemerintahan Edy. Apalagi orang tua para mahasiswa yang melakukan aksi, kabarnya juga mendapat teror.

"Dan semakin diperparah, aksi petugas juga menggebuki wartawan yang melakukan peliputan. Itu sama halnya dengan membungkam kebebasan Pers yang diatur UU 40 tahun 1999," jelasnya.

Karena itu, DPD Repdem Sumatera Utara, mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap 10 mahasiswa yang menyampaikan aspirasi masyarakat, menuntut penurunan harga BBM dengan mencabut Peraturan Gubernur No.1 Tahun 2021.

Karena Pergub itulah yang menjadi penyebab naiknya harga BBM di Sumut.

DPD Repdem Sumut juga menuntut Edy Rahmayadi secara langsung meminta Kepolisian membebaskan 7 mahasiswa yang ditangkap, meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Serta meminta maaf kepada wartawan secara keseluruhan melalui media cetak dan elektronik dan lembaga lembaga jurnalis. Karena bukan sekali ini menyakiti kaum jurnalis Sumatera Utara.

Sehingga pemerintahan yang bermartabat seperti jargon pasangan Edy dan Ijeck saat maju sebagai calon Gubernur dulu, bisa diimplementasikan, bukan sekedar jargon yang meninabobokkan rakyat.

Atas kasus penganiayaan ini, DPD Repdem Sumut menyiapkan tim hukum untuk melakukan pendampingan terhadap para korban, baik mahasiswa maupun wartawan yang menjadi korban.

"Tim hukum Repdem siap membantu jika para korban butuh dampingan hukum," pungkas Siadari.

Pada Jumat kemarin (7/5), unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kesejahteraan Sumatera Utara (AMPK Sumut), dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian dan Satpol PP.

Bahkan para mahasiswa dipukul, ditendang, diseret-seret, dan dicekik. Sebanyak 7 mahasiswa kemudian ditangkap.

Bahkan, dalam insiden tersebut, wartawan dari Detik.com, Arfa, yang melakukan peliputan peristiwa tersebut, ikut menjadi korban pemukulan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya