Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat hadiri acara Karni Ilyas Club/Repro

Politik

Salim Said Tuding SBY Kudeta Demokrat, AHY: Itu Tidak Masuk Akal

SABTU, 08 MEI 2021 | 11:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membantah bahwa kudeta pertama kali di partai berlambang mercy dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono yang kini duduk sebagai Ketua Majelis Tinggi Demokrat.

Adapun tuduhan itu, terlontar dari ucapan Gurubesar Ilmu Politik Salim Said dalam serial talkshow Karni Ilyas Club yang diunggah di Youtube beberapa waktu lalu.

Salim Said mengatakan, tuduhannya itu berdasarkan pengakuan dari pelaksana KLB Partai Demokrat di Deli Serdang.


Kata dia, SBY dinilai melakukan kudeta karena menjadikan AHY sebagai ketua umum.

"Saya menghubungi orang-orang itu. Jawaban mereka, itu yang melakukan kudeta pertama itu adalah Pak SBY terhadap orang Demokrat dan menjadikan anaknya menjadi ketua partai," ujar Salim dalam wawancara tersebut.

Soal tudingan itu, AHY menilai apa yang diucapkan Salim Said tidak lebih dari sekadar dagelan.

"Pertama, Pak Salim Said itu bukan orang Demokrat, tidak tahu sejarah Demokrat, jadi sangat tidak mendasar dan menurut saya hanya dagelan," ujar AHY dilansir dari talkshow yang sama dan dipandu wartawan senior Karni Ilyas, Sabtu (8/5)

"Beliau (Salim) kan senior, punya kelas lebih tinggi dibandingkan mengomentari hal yang tidak benar," imbuhnya.

Bagi AHY tidak mungkin SBY sebagai pendiri Partai Demokrat kemudian melakukan kudeta pada partai yang didirikannya.

"Kalau dibilang Pak SBY mengkudeta, itu tidak masuk akal, Pak SBY adalah penggagas dan pendiri Partai Demokrat dan mengawali berdirinya partai ini dengan luar biasa, tidak ada Demokrat kalau tidak ada SBY," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya