Berita

Polisi Israel berjaga di depan masjid Al Aqsa, setelah bentrokan mengerikan. Ratusan warga melakukan protes di komplek masjid Al aqsa untuk menolak pengusiran paksa warga Palestina di Yerusalem Timur/Net

Dunia

Pejabat Turki Ramai-ramai Mengutuk Serangan Terbaru Israel Terhadap Warga Palestina Di Masjid Al-Aqsa

SABTU, 08 MEI 2021 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pejabat senior Turki ikut mengutuk serangan yang dilakukan oleh polisi Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat (7/5) waktu setempat.

Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay, di akun Twitternya mengatakan Israel telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Palestina.

"Saat dunia menutup mata terhadap invasi dan pelanggaran hukum ini, maka kekejamannya akan terus berlanjut. Saya mengutuk keras serangan terhadap Masjid al-Aqsa, kiblat pertama kita, oleh Israel, yang tidak menghormati sesuatu yang sakral. Ini harus segera dihentikan," cuit Oktay, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (8/5).


Sementara Menteri Luar Negeri Mevlüt Çavuşoğlu mendesak Israel untuk berhenti memperluas permukiman ilegal di Yerusalem Timur, saat ia menegaskan kembali dukungan Turki untuk Palestina dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Palestina Riyad al-Maliki di ibu kota Ankara.

"Israel perlu berhenti mengambil langkah untuk memperluas pemukiman ilegal di Yerusalem Timur," kata Cavusoglu.

Cavusoglu juga mengomentari tindakan polisi Israel karena menggrebek Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan menyerang jamaah Muslim dengan granat setrum.

Tindakan itu sebagai sesuatu yang tidak manusiawi, karena dilakukan di saat Umat Muslim sedang menjalankan inadah Ramadhan.

"Sangat mengutuk serangan malam ini di Masjid al-Aqsa, kiblat pertama kami. Tidak manusiawi bagi Israel untuk menargetkan orang tak berdosa yang berdoa selama Ramadhan Suci," cuitnya.

"Akan selalu mendukung perjuangan rakyat #Palestine," tambah Cavusoglu, berharap mereka yang terluka dalam serangan Israel segera pulih.

Sebelumnya pada hari itu, puluhan ribu jamaah Palestina memadati masjid. Usai shalat Taraweh, banyak yang tetap tinggal di depan masjid untuk melakukan aksi protes sebagai dukungan kepada warga Palestina yang menghadapi penggusuran dari rumah mereka di tanah yang diduduki Israel yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Selama seminggu terakhir, warga Sheikh Jarrah, serta aktivis solidaritas Palestina dan internasional, menghadiri acara malam untuk mendukung keluarga Palestina di bawah ancaman pengungsian paksa.

Bentrokan yang terjadi pada Jumat malam akhirnya meletus dengan polisi berusaha membubarkan aksi protes dengan granat setrum.

Jumlah korban luka meningkat menjadi 178 dalam serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, gerbang Damaskus Kota Tua dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, menurut laporan Reuters.

"Serangan terhadap kelompok jemaah di Masjid Al-Aqsa malam ini jelas merupakan teror negara. Siapa pun yang menabur kekerasan dan kekejaman tidak bisa menuai kedamaian dan ketenangan. Saya mengutuk teror di #ALAqsa," cuit Ketua Parlemen Mustafa Sentop.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin juga mengutuk serangan itu.

"Kami mengutuk keras serangan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa dengan granat setrum," kata Kalin di Twitter, mendesak Tel Aviv untuk menghentikan serangan tersebut.

"Pasukan pendudukan Israel, yang tidak menghormati nilai-nilai agama apa pun selama bulan suci Ramadhan, harus segera meninggalkan masjid Al-Aqsa," tambahnya.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu 'Temple Mount', mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berdiri, selama perang Arab-Israel 1967. Itu mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya