Berita

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin/Net

Hukum

Azis Syamsuddin Absen Panggilan KPK, Cemas Jumat Keramat Atau Takut Bukti Valid?

JUMAT, 07 MEI 2021 | 22:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketidakhadiran Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dalam memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menyeret penyidik Stepanus Robin Pattuju dan Walikota Tanjungbalai, M Syahrial patut dicemati lebih dalam.

Menurut Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra, ada indikasi kecemasan yang dialami politisi Golkar itu. Sebab berdasarkan bukti-bukti hasil penggeledahan, ia diduga turut andil dalam memuluskan upaya penghentian penyelidikan kasus M Syahrial.

"Bisa jadi dia khawatir karena sudah ada kesesuaian fakta dan bukti yang ditemukan penyidik KPK dari penggeledahan dan penyitaan alat bukti, termasuk tindakan langkah cekal kepadanya," jelas Azmi Syahputra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/5).


Dalam penyelidikan, kata dia, apabila telah ditemukan data dan fakta yang sesuai dan dapat dijadikan alat bukti tindak pidana, maka akan ditindaklanjuti dengan penyidikan dan penetapan tersangka.

"Sehingga seseorang yang semula sebagai saksi dapat menjadi tersangka," jelasnya.

Ia mengurai, berdasarkan hasil geledah dan telaah bahan-bahan bukti yang ada, akan tampak muara tindakan penyidik KPK selama ini. Karenanya, diperlukan pemeriksaan Azis Syamsuddin, termasuk menguji bukti statement Ketua KPK yang sejak awal mengatakan ada dugaan keterlibatan salah satu Wakil Ketua DPR dalam suap walikota Tanjungbalai.

Selain itu, kata dia, meski Ketua KPK Firli Bahuri sudah menyatakan tidak ada istilah 'Jumat keramat', namun secara psikologis bayangan Jumat keramat yang kerap menjadi momentum KPK menetapkan tersangka membuat Azis Syamsuddin cemas.

"Sebelumnya juga diketahui, Azis Syamsuddin tidak hadir pada rapat Paripuna di DPR, Kamis kemarin (6/5). Padahal Azis adalah salah satu pimpinan di DPR yang harusnya hadir," tandasnya.

Azis Syamsuddin diketahui tak menghadiri panggilan pertama KPK pada hari ini, Jumat (7/5). Alasannya, waktu pemanggilan tersebut bentrok dengan agenda yang sudah dijadwalkan.

"Informasi yang kami terima yang bersangkutan hari ini konfirmasi secara tertulis bahwa tidak bisa hadir memenuhi panggilan karena masih ada agenda kegiatan yang dilakukan," ujar Plt Jurubicara Penindakan KPK, Ali Fikri.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya