Berita

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin/Net

Hukum

Besok, Azis Syamsuddin Dikabarkan Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus Suap

KAMIS, 06 MEI 2021 | 22:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dikabarkan akan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Berita Politik RMOL dari internal KPK, Azis akan diperiksa pada Jumat (7/5) terkait penanganan perkara dugaan suap melibatkan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju dan Walikota Tanjungbalai, M Syahrial.

Akan tetapi, belum diketahui apakah Azis akan hadir memenuhi panggilan penyidik atau tidak.


Dalam perkara yang juga menjerat Walikota Tanjungbalai periode 2016-2021, M Syahrial dan seorang pengacara bernama Maskur Husain ini, Azis diduga terlibat.

Hal itu diketahui saat KPK mengumumkan penetapan tiga tersangka dalam perkara ini pada Kamis (22/4). Ketiganya adalah Robin, M Syahrial, dan Maskur yang kini sudah ditahan KPK.

Dalam perkara ini, Robin disebut melakukan pertemuan dengan Syahrial di rumah dinas Azis Syamsuddin pada Oktober 2020.

Azis memperkenalkan Robin dengan Syahrial diduga untuk memuluskan penyelidikan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Menindaklanjuti pertemuan itu, Robin kemudian mengenalkan Maskur kepada Syahrial untuk bisa membantu permasalahannya. Robin bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial supaya penyelidikan di KPK tidak ditindaklanjuti dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Syahrial pun menyetujuinya dan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia (RA) selaku teman Robin dan Syahrial juga memberikan secara tunai kepada Robin. Total uang yang telah diterima Robin sebesar Rp 1,3 miliar.

Dalam perkembangan perkara ini, penyidik telah melarang dan mencegah tiga orang untuk berpergian ke luar negeri. Ketiganya itu adalah Azis Syamsuddin dan dua orang lainnya dari pihak swasta yang diduga berinisial AS dan AG.

KPK telah mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri untuk Azis kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Selasa (27/4) yang berlaku hingga enam bulan ke depan.

Penyidik pun juga telah melakukan penggeledahan di tempat-tempat yang berkaitan dengan Azis. Pada Senin (3/5), penyidik menggeledah tiga rumah Azis di wilayah Jakarta Selatan dan mengamankan barang yang diduga terkait dengan perkara ini.

Selanjutnya pada Rabu (28/4), penyidik menggeledah empat lokasi. Yaitu, di ruang kerja Azis di Gedung DPR RI, rumah dinas Azis di Jalan Denpasar Raya C3/3 Kuningan, Jakarta Selatan dan dua apartemen yang belum diketahui pemiliknya.

Dari penggeledahan itu, penyidik juga menemukan barang bukti berupa dokumen dan barang lainnya yang berkaitan dengan perkara ini.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya