Berita

Anggota Komisi VII, Dyah Roro Esti/Net

Politik

Anggota Fraksi Golkar Ini Minta Komisi VII Dibubarkan, Alasannya Cuma Punya Satu Mitra Kerja

KAMIS, 06 MEI 2021 | 14:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi VII Fraksi Golkar, Dyah Roro Esti meminta pimpinan DPR RI untuk membubarkan Komisi VII saat rapat paripurna masa persidangan V, Kamis (6/5).

Tampak kecewa, ia mengutarakan isi hati sejumlah anggota Komisi VII lantaran hanya memiliki satu mitra kerja, yakni Kementerian ESDM.

“Seperti yang kita ketahui saat ini Komisi VII hanya bermitra dengan satu kementerian yaitu Kementerian ESDM,” tegas Roro di ruang sidang paripurna, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.


Politisi Partai Golkar ini mengaku sedih lantaran hanya satu kementerian yang menjadi mitra Komisi VII, yakni ESDM sedangkan Ristek sudah masuk di Komisi X bidang Pendidikan.

“Mengingat Ristek sudah bergabung dengan Kemendikbud, maka otomatis menjadi mitra Komisi X dan Kementerian LHK bermitra dengan komisi IV yang tentu berbeda dengan periode sebelumnya di mana pada waktu itu KLHK bermitra dengan dua komisi, yaitu Komisi IV dan Komisi VII,” katanya.

Roro mengingatkan kepada pimpinan DPR RI, Komisi VII telah melakukan perjanjian internasional bersifat atau meratifikasi nasional dengan perjanjian Paris dan telah menciptakan NDC melalui UU 6/2016.

"Saat ini kami merasa sangat kesulitan dalam memonitor implementasi UU tersebut mengingat bahwa ketika kita membahas gas rumah kaca, ini tidak hanya berkiatan dengan sektor energi saja, tapi juga sektor kehutanan hingga sektor limbah dan lain-lain,” katanya.

Kemudian, lanjut Roro, Komisi VII juga tengah menyusun RUU Energi Baru dan Terbarukan sebagai wujud pengurangan emisi karbon di sektor energi.

“Dan ini merupakan wujud kami menjadi salah satu langkah mendorong transisi energi. Ini tidak lepas dari koordinasi yang dibutuhkan dengan Kementerian LHK berserta ristek selepas daripada Kementerian ESDM,” katanya.

Menurutnya, jika Komisi VII hanya bermitra dengan satu kementerian, maka tugas dan fungsi pengawasan Komisi VII kurang efektif.

"Mengingat juga ada total 33 Kementerian dan 11 Komisi di DPR RI. Logikanya, satu komisi bermitra dengan satu kementerian ketika kita bagi rata-rata,” katanya.

“Maka dari itu saya mohon sekali pertimbangan dari pimpinan DPR untuk dapat menambah mitra yang cocok untuk Komisi VII, baik di sektor energi, lingkungan, ataupun ristek,” imbuhnya.

Hal ini, kata Roro, bertujuan agar Komisi VII DPR menjalankan fungsi pengawasannya seoptimal dan sebaik mungkn.

“Kalau tidak demikian, saya rasa lebih baik Komisi VII dibubarkan saya. Lebih baik kita digabungkan dengan komisi lain saja. Jadi saya mohon, saya mohon sekali pertimbangannya,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Presiden Prabowo Minta Fokus Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15

BMKG: Cuaca Ekstrem Efek Samping OMC adalah Kekeliruan Sains

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:58

Kasus Penjual Es Gabus di Kemayoran Disorot DPR

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:54

Berikut Tiga Kesimpulan RDPU DPR soal Kasus Hogi Minaya

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35

Disanksi Disiplin, Serda Heri Minta Maaf dan Peluk Pedagang Es Gabus

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:29

Pemuda dan Aktivis Mahasiswa Ingin Dilibatkan dalam Tim Reformasi Polri

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:20

Raja Juli Pantas Masuk Daftar List Menteri yang Harus Diganti

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Kacamata Kuda Hukum Positif

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:04

Thomas Djiwandono Tegaskan Tidak Ada Cawe-cawe Prabowo

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:33

Lomba Menembak TSC Panglima Kopassus Cup 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:22

Selengkapnya