Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jerman Percepat Target Nol Emisi Karbon, Jadi 2045

KAMIS, 06 MEI 2021 | 10:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman tengah menggodok target emisi gas rumah kacanya menjadi nol bersih pada 2045, lima tahun lebih cepat daripada target sebelumnya pada 2050.

Usulan untuk mempercepat target itu disampaikan oleh Menteri Lingkungan Svenja Schulze dan Menteri Keuangan Olaf Scholz pada Rabu (5/5).

Dalam proposalnya, mereka menyebutkan Jerman akan meningkatkan target pengurangan emisinya dari 55 persen menjadi 65 persen di bawah tingkat tahun 1990 pada 2030. Kemudian pengurangan emisi menjadi 88 persen pada 2040.


Usulan itu juga mencakup beberapa rincian mengenai bagaimana pengurangan emisi akan dicapai.

Sejumlah ahli sendiri berpendapat, untuk mempercepat target, Jerman harus menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara lebih capat dari tanggal yang direncanakan pada 2038.

Sementara itu, seperti dikutip AP, untuk bisa ditetapkan, usulan tersebut harus disetujui oleh Kabinet Kanselir Angela Merkel. Sejauh ini para menteri di koalisi tiga partai Merkel telah menyetujuinya.

"Sasaran bersama adalah RUU yang direvisi jika memungkinkan secepat pertemuan Kabinet minggu depan," kata jurubicara kabinet, Steffen Seibert kepada wartawan di Berlin.

Penetapan target baru tersebut muncul setelah Mahkamah Konstitusi pada pekan lalu menyatakan bahwa UU iklim berisiko memberikan beban terlalu banyak pada generasi muda, dibandingkan generasi lebih tua.

UU iklim sendiri disahkan Jerman dua tahun lalu, menetapkan target khusus untuk sektor-sektor seperti pemanas dan transportasi untuk mencapai pengurangan emisi 55 persen pada tahun 2030, dan menjadi nol bersih pada tahun 2050.

"Peraturan tahun 2019 secara permanen mendorong beban pengurangan emisi yang sangat tinggi ke periode setelah 2030," kata hakim Mahkamah Konstitusi dalam putusan 29 April.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya