Berita

Postingan kontroversial yang diunggah kantor visa Kedutaan Besar AS di China di akun Sina Weibo/Net

Dunia

Bandingkan Pemohon Visa pelajar China Dengan Seekor Anjing, Kedutaan Besar AS Banjir Kecaman Dari Warganet

KAMIS, 06 MEI 2021 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah sambutan positif dibukanya permohonan aplikasi pelajar China untuk kembali menempuh pendidikan di Amerika, kantor visa Kedutaan Besar AS di China justru menjadi sasaran kemarahan netizen.

Penyebabnya karena sebuah postingan kontroversial yang mereka unggah di akun Sina Weibo, yang terlihat seperti membandingkan para pemohon visa pelajar China dengan seekor anjing.

Postingan tersebut diterbitkan pada Rabu (5/5) waktu setempat, hanya satu hari setelah Kedutaan Besar AS melanjutkan pemrosesan visa untuk siswa China.


Dalam postingannya, mereka mengatakan; “Saat musim semi mekar, apakah Anda sama dengan anak anjing, bersemangat pergi keluar dan bermain?” lalu menginfokan tentang dimulainya kembali aplikasi visa bagi siswa.

Postingan tersebut dilengkapi dengan sebuah video yang menunjukkan seekor anjing yang berjuang untuk melompati pagar yang menjebaknya di balkon kecil.

Tak ayal, postingan tersebut memicu kemarahan netizen karena banyak yang percaya Kedutaan Besar AS telah membandingkan siswa China dengan seekor anjing. Para pengguna web yang marah mengatakan itu adalah 'rasisme murni yang telah mencapai titik terendah dari yang paling rendah'.

“Saya sangat terkejut, kedutaan menempatkan hal-hal seperti itu dalam postingan online telah sepenuhnya mengekspos rasisme negara,” kata salah satu pengguna Sina Weibo, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (5/5).

Tagar ‘Kedutaan Besar AS membandingkan siswa China dengan anjing’ segera menjadi trending di media sosial, yang menarik lebih dari 800.000 bacaan dalam waktu tiga jam setelah publikasi.

Mengetahui mendapat reaksi keras netizen, pemilik akun langsung menghapus kiriman tersebut.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya