Berita

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo/Repro

Kesehatan

Doni Monardo Minta Kampanye "Jangan Mudik" Digiatkan Hingga Tingkat Kelurahan

RABU, 05 MEI 2021 | 20:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan pemerintah pusat dalam mencegah transmisi virus Covid-19 menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah adalah dengan cara meniadakan mudik.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo meminta agar kebijakan tersebut dikampanyekan seluruh pihak hingga tingkat paling bawah (grass root).

"Seluruh pihak baik di pusat, di daerah, sampai dengan di tingkat desa dan kelurahan mari bekerja keras untuk mengingatkan masyarakat kita, jangan mudik, jangan mudik, jangan mudik,” ujarnya dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) bertajuk 'Jaga Keluarga, Tidak Mudik' yang digelar virtual, Rabu (5/5).


Berdasarkan hasil survei yang digelar pemerintah, Doni menyebutkan sebanyak tujuh persen masyarakat yang hendak mudik pasca diumumkannya kebijakan peniadaan mudik.

Tujuh persen tersebut, menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini, adalah jumlah yang sangat besar. Yaitu sekitar 18,9 juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 270 juta jiwa.

Maka dari itu, Doni menghimbau agar semua unsur di daerah dapat melakukan sosialisasi setiap saat terkait kebijakan peniadaan mudik ini.

“Masyarakat yang ingin mudik pun masih ada tujuh persen. Tugas kita adalah mengurangi angka ini sekecil mungkin. Lebih baik hari ini kita lelah, kita dianggap cerewet, daripada korban Covid-19 berderet-deret, karena sudah tidak ada lagi pilihan lain,” tegasnya.

Khusus kepada masyarakat, mantan Danjen Kopassus ini menghimbau agar menahan diri untuk tidak mudik lebih baik, ketimbang mengambil risiko pulang ke kampung halaman namun berpotensi meningkatkan laju penularan Covid-19 di daerah.

Selain itu, Doni juga mengantisipasi jumlah fasilitas pelayanan kesehatan dan medis yang terdapat di sejumlah daerah tidak cukup memadai jika terjadi secara tiba-tiba lonjakan kasus Covid-19, sehingga hal itu pun dapat memperparah risiko kematian Covid-19.

“Mari bersabar menahan diri karena kalau ini kita biarkan maka sangat pasti terjadi penularan oleh mereka yang datang dari luar di kampung halaman,” tuturnya.

“Di setiap daerah belum tentu memiliki rumah sakit yang memadai, belum tentu ada dokter yang merawat, akibatnya mereka yang terpapar Covid-19 bisa menjadi fatal, bisa mengakibatkan kematian dan banyak daerah yang mengalami peristiwa seperti itu pada tahun yang lalu,” demikian Doni Monardo menambahkan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya