Berita

Pakar komunikasi, Emrus Sihombing/Net

Politik

Tes Pegawai KPK Amanat UU, Yang Tidak Lolos Harus Ksatria Dan Lapang Dada

RABU, 05 MEI 2021 | 12:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan bisa menerima dengan jiwa ksatria dan lapang dada.

Harapan itu disampaikan oleh pakar komunikasi, Emrus Sihombing jelang konferensi pers yang akan dilakukan KPK untuk mengumumkan hasil tes wawasan kebangsaan bagi pegawai KPK yang direncanakan akan digelar pada hari ini, Rabu (5/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari pemberitaan media massa, kata Emrus, KPK sudah menerima hasil tes tersebut dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Akan tetapi, hasilnya belum dibuka oleh pimpinan KPK hingga kemarin hari.


"Salah satu kemungkinan hasilnya, ada pegawai yang lolos, tentu besar kemungkinan diangkat menjadi ASN. Saya ucapkan, selamat," ujar Emrus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/5).

Akan tetapi, bagi pegawai yang tidak lulus harus tetap memiliki jiwa ksatria. Adapun salah satun nama yang diisukan tidak lulus adalah penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Ada yang tidak lulus, yang bisa jadi segera hengkang dari KPK. Siapapun yang hengkang, harus menerima dengan baik dan ksatria. Sebab, proses tes tersebut diselenggarakan berdasarkan UU. Semua pihak harus menerima, jika mereka benar-benar mengedepankan aturan," jelas Emrus.

Emrus pun turut menyarankan kepada pemerintah untuk terus melakukan tes wawasan kepada semua ASN dan seluruh pekerja BUMN untuk satu kali dalam 10 tahun.

"Selama kurun waktu 10 tahun, terbuka kemungkinan kualitas wawasan kebangsaan seorang ASN telah menurun, atau tidak berubah, atau malah meningkat. Jadi, tes wawasan kebangsaan ini harus terus diselenggarakan periodik untuk memperkecil terpaparnya paham radikal dalam diri setiap individu ASN," terang Emrus.

Emrus pun juga memberikan contoh sederhana perilaku yang beririsan atau dekat-dekat dengan paham radikal.

"Perilaku eksklusif berlebihan atas pengelompokan kepercayaan, rasa in-group yang ekstrim, ego sektoral yang mengganggu sistem, menang sendiri, membentuk semacam 'dinasti' atas dasar homogenitas tertentu, perilaku koruptif dengan berbagai modus dan rekayasa sehingga 'baunya' belum atau tidak tercium," jelas Emrus.

"Tugas dan kewenangannya diselewengkan untuk kepentingan pribadi dan seperti raja-raja kecil di posisi (jabatannya) yang sengaja diciptakan dengan memanfaatkan diskresi yang dimiliki agar 'dilayani' masyarakat," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya