Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan, Presiden Israel Siap Tunjuk Orang Baru

RABU, 05 MEI 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk pemerintahan koalisi dalam kurun waktu 28 hari sesuai dengan konstitusi.

Berdasarkan UUD 2001, Netanyahu diberikan waktu 28 hari yang berakhir pada Selasa tengah malam (4/5) untuk membentuk pemerintahan, menghimpun dukungan dari berbagai pihak.

Kesempatan untuk membentuk pemerintahan sendiri diberikan oleh Presiden Reuven Rivlin kepada Netanyahu di tengah kisruh politik yang tidak berkesudahan.


"Sesaat sebelum tengah malam, Netanyahu menginformasikan kepada Beit HaNasi bahwa dirinya tidak dapat membentuk pemerintahan dan mengembalikan amanah kepada presiden," ujar Rivlin, mengacu pada kantor kepresidenan.

Dengan begitu, Rivlin mengatakan, pada Rabu pagi (5/5), pihaknya akan menghubungi parlemen di Knesset terkait pembentukan pemerintahan.

Dikutip Anadolu Agency, Rivlin diperkirakan akan menugaskan anggota Knesset sekaligus pemimpin partai Yesh Atid, Yair Lapid untuk membentuk pemerintahan dalam kurun waktu 28 hari.

Untuk membentuk pemerintahan, diperlukan setidaknya 61 dukungan dari 120 anggota Knesset. Hal ini yang membuat Netanyahu gagal melanggengkan pemerintahannya yang mencapai rekor terlama.

Menurut hukum Israel, jika orang kedua yang ditugaskan untuk pembentukan pemerintah gagal, presiden Israel akan menyerahkan tugas tersebut ke Knesset.

Nantinya, Knesset harus membuat rekomendasi resmi dari seorang wakil dengan dukungan setidaknya 61 wakil atau membuat pemilu baru.

Artinya, Israel harus menjalani pemilu kelima jika Yair Lapid gagal membentuk pemerintahan.

Pada tanggal 23 Maret, Israel mengadakan pemilihan keempatnya dalam dua tahun.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya