Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Net

Hukum

Firli Tegaskan Tes Wawasan Kebangsaan Bagi Pegawai KPK Ada Di Tangan BKN

RABU, 05 MEI 2021 | 00:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tes wawasan kebangsaan bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dialihkan statusnya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) diisukan membuat 75 pegawai tidak lolos, termasuk penyidik senior Novel Baswedan.

Materi tes wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang bekerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dalam tes tersebut, dikabarkan bahwa para pegawai KPK dimintakan pendapatnya mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) hingga LGBT.


Mengenai kabar burung tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri menekankan bahwa materi tes wawasan kebangsaan untuk pegawai KPK yang akan dialihkan statusnya menjadi ASN sesuai dengan UU 19/2019 tentang KPK bukan ranahnya KPK.

"Anda tanya ke BKN karena itu bukan ranah KPK, KPK tidak menyiapkan materi. Materi urusan BKN," singkat Firli kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (4/5).

Sementara itu, Kepala BKN Bima Haria Wibisana hingga berita ini ditayangkan tidak merespons pertanyaan yang dikirimkan Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan WhatsApp.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya