Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Ketika Menlu Berkata Kasar Pada China, Duterte: Jangan Bersikap Tidak Sopan!

SELASA, 04 MEI 2021 | 17:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Filipina Rodrigo Duterte tampak memberikan peringatan kepada Menteri Luar Negerinya, Teodoro Locsin Jr. setelah ia mencaci maki China atas konflik di Laut China Selatan.

Awal pekan ini, Locsin kehilangan kesabaran karena China tidak juga menarik kapal-kapalnya dari wilayah sengketa meski Manila telah melayangkan banyak protes diplomatik.

Di Twitter, Locsin menggunakan bahasa kasar pada China karena menolak menarik kapal dari Scarborough Shoal atau juga dikenal dengan Bajo de Masinloc, terumbu karang berbentuk cincin yang masuk ke dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina.


"China, temanku, seberapa sopan aku bisa mengatakannya? Coba aku lihat ... O... GET THE F--- OUT," cuitnya.

"Apa yang kamu lakukan untuk persahabatan kita? Kamu. Bukan kami. kami serang mencoba. Kamu. Kamu seperti orang bodoh yang memaksakan perhatian Anda pada pria tampan yang ingin menjadi teman," tambahnya.

Cuitan tersebut lantas menarik banyak perhatian hingga pada Selasa (4/5), Locsin membuat pernyataan permintaan maafnya kepada Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

"Jika Wang Yi berada Twitter, maka saya minta maaf karena meyakiti perasaannya, tetapi itu untuk dirinya sendiri," ujarnya.

Sementara itu, dalam jumpa pers, Duterte mengatakan bahwa China adalah dermawan bagi Filipina, di mana Beijing memberikan banyak vaksin Covid-19 pada Manila.

"Hanya karena kami memiliki konflik dengan China tidak berarti kami harus bersikap kasar dan tidak sopan," kata Duterte.

Alih-alih membuat pernyataan keras pada China, Duterte mendesak Beijing untuk mengizinkan warga Filipina untuk memancing dengan damai di Laut China Selatan. Ia juga berkomitmen untuk tidak merebut kembali perairan yang disengketakan jika terpilih kembali menjadi presiden.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya