Berita

Jurnalis Jepang, Yuki Kitazumi/Net

Dunia

Dianggap Sebar Berita Palsu, Jurnalis Jepang Didakwa Militer Myanmar

SELASA, 04 MEI 2021 | 16:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang jurnalis Jepang didakwa oleh junta militer Myanmar atas dugaan menyebarkan berita palsu.

Ia adalah Yuki Kitazumi, seorang reporter lepas. Kitazumi ditangkap dan ditahan sejak 18 April, di bawah UU berita palsu pada Senin (3/5), ketika Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Dimuat Kyodo News, Kitazumi merupakan satu dari 50 jurnalis yang saat ini ditahan di Myanmar sejak kudeta militer pada 1 Februari.


Ia ditangkap dua kali sejak kudeta. Pada Februari, ia ditangkap untuk pertama kali, kemudian dipukuli dan ditahan sebentar, lalu dibebaskan.

Menurut seorang pejabat kedutaan Jepang yang tidak disebutkan namanya, sejauh ini Kitazumi dalam kondisi yang baik meski ditahan beberapa pekan di penjara Insein Yangon. Penjara tersebut dikenal memiliki reputasi yang buruk dalam menahan tahanan politik.

Pemerintah Jepang sendiri telah mendesak pembebasan Kitazumi.

"Secara alami, kami akan terus melakukan yang terbaik untuk pembebasan awal warga negara Jepang yang ditahan," kata Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebut sebanyak 50 jurnalis yang ditahan saat ini, 25 di antaranya telah dituntut, sementara surat perintah penangkapan dikeluarkan untuk 29 lainnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya