Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

LaNyalla Dorong Kemendikbud-Ristek Kembangkan Pendidikan Vokasi

SELASA, 04 MEI 2021 | 16:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Banyaknya lulusan SMA yang tak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi perhatian Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, salah satu langkah yang bisa diambil adalah mengembangkan pendidikan vokasi.

Senator Jawa Timur itu menilai, pendidikan vokasi akan melahirkan tenaga-tenaga terampil dan ahli.

"Tenaga terampil sangat diperlukan seiring dengan pertumbuhan dunia industri dan dunia usaha. Peran Pemda, dalam hal ini dinas pendidikan, diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di daerah," tuturnya, Selasa (4/5).


LaNyalla juga menyoroti stigma di dunia usaha bahwa pendidikan vokasi hanya ada di sekolah menengah kejuruan (SMK). Menurutnya, hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan vokasi di sekolah menengah atas (SMA).

Lulusan Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menjawab tantangan perlunya pendidikan vokasi di sekolah umum. Seperti dengan memberikan materi pelajaran yang khusus terhadap bidang-bidang tertentu.

"Pengembangan pendidikan vokasi di sekolah umum seperti SMA dapat dikolaborasikan melalui pengembangan kuruikulum muatan lokal dan internasional, yakni mata pelajaran khusus yang berorientasi pada sisi pragmatis seperti keterampilan khusus agar anak memiliki bekal memasuki dunia kerja," paparnya.

LaNyalla juga meminta dukungan dari Kemendikbud-Ristek untuk memberi perangkat infrastruktur untuk mengembangkan pendidikan vokasi di SMA.

"Tenaga pengajar profesional atau guru yang terlatih dan terdidik mengajar keterampilan khusus harus disiapkan. Itu harus menjadi perhatian yang serius pemerintah pusat juga," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jatim ini berharap adanya peningkatan kerja sama antara Dinas Pendidikan dan stakeholder dunia industri dan dunia usaha. Program magang bagi siswa SMA dinilai perlu menjadi pertimbangan.

"Harapannya adalah agar generasi muda kita memiliki pengalaman belajar langsung melalui obyek nyata sebelum benar-benar terjun ke dunia pendidikan," katanya.

LaNyalla pun memberi apresiasi kepada Pemprov Jatim, yang pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), menekankan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi. Tak hanya di SMK, Pemprov Jatim juga akan mengembangkan pendidikan vokasi di SMA dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Saya mendukung Pemprov Jatim yang memiliki program khusus pendidikan vokasi di luar SMK. Ini artinya Jatim sudah sadar betul bahwa setiap siswa pendidikan menengah membutuhkan modal keterampilan. Apalagi menurut Dispendik Jatim, sebanyak 67 persen lulusan SMA tidak melanjutkan ke perguruan tinggi," urainya.

Ditambahkan mantan Ketum PSSI ini, anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki potensi yang bisa dikembangkan. LaNyalla menyebut, langkah Pemprov Jatim perlu ditiru daerah lain.

"Salah satu upaya yang harus dilakukan pemda untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah melalui pendidikan. Melalui peningkatan pendidikan vokasi, daerah akan bertambah maju dan diperhitungkan," tutup LaNyalla.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya