Berita

Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Abdul Haris/Net

Politik

Program MBKM Jadi Solusi Akses Pembelajaran Inklusif Bagi Masyarakat

SELASA, 04 MEI 2021 | 10:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Universitas Indonesia (UI) menggelar seminar daring bertajuk "Future Talks: Reimagine The Future" pada 2 Mei 2021. Hadir sebagai pembicara kunci, Prof. Abdul Haris (Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).

Pembicara yang hadir dalam webinar tersebut adalah Dr. Raden Edi Prio Pambudi (Staf Ahli Kemenko Perekonomian), Ridzki Kramadibrata (Presiden Grab Indonesia), Umesh Phadke (Direktur L’Oreal Indonesia), Bhismarka Kurniawan (CEO BumiLangit Entertainment), dan Ferry Ardiyanto, Ph.D (Asisten Deputi Bidang Kerjasama Multilateral Kemenko Perekonomian).

Abdul Haris dalam presentasinya berbicara tentang kondisi angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia yang masih rendah.


"Dari setiap 100 penduduk usia sekolah yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas, hanya ada 31 orang yang benar-benar mendapatkan kesempatan itu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (3/5).

Keterbatasan finansial dan keterbatasan infrastruktur sering menjadi faktor penghambat dari akses masyarakat ke bangku pendidikan tinggi. Menurutnya, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) disertai dengan pola perkuliahan daring akan menjadi salah satu harapan untuk memperluas akses anak-anak Indonesia dalam memperoleh pembelajaran di perguruan tinggi.

Salah satu Kebijakan MBKM adalah hak belajar tiga semester di luar program studi yang dapat diambil oleh setiap mahasiswa. Ada delapan bentuk kegiatan pembelajaran yang dapat dikonversi menjadi satuan kredit perkuliahan, yaitu pertukaran pelajar, magang, asistensi mengajar, penelitian, proyek kemanusiaan, wirausaha, proyek independen, dan membangun desa.

Bila digabungkan dengan unsur teknologi, MBKM dapat menjadi sebuah solusi akses pembelajaran yang inklusif bagi masyarakat.

Faktor teknologi ini juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam pemaparan Raden Edi Prio Pambudi dalam presentasinya yang berjudul "The Future is New, The Future is Yours". Menurutnya, perubahan adalah suatu keniscayaan dalam hidup.

"Siap tidak siap, kita harus berubah. Waktu berganti, teknologi berkembang, dan setiap orang selalu mencari cara yang mudah. Teknologi mengubah perilaku, merubah peradaban, kita tidak bisa lagi mempertahankan sesuatu yang lalu bila ingin berkembang," ujar Edi.

Pada sesi berikutnya, Ridzki Kramadibrata menyampaikan bagaimana disrupsi mengubah kehidupan secara drastis beserta strategi agar terus menjadi relevan. Menurutnya, kita tidak hanya terdisrupsi oleh kompetitor, melainkan juga oleh pandemi yang menuntut kita harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi.

"Pesan saya, agar teman-teman belajar lebih giat dan memanfaatkan MBKM untuk berinovasi menghadapi disrupsi," kata Ridzki.

Kemampuan-kemampuan non-mesin menjadi salah satu kriteria yang kini dipergunakan perusahaanperusahaan besar dalam merekrut tim, seperti yang disampaikan oleh Umesh Phadke. Dia memaparkan bahwa terdapat empat karakter kunci dalam seorang individu untuk dapat menjadi SDM unggul, yaitu: learning agility; ambition and resilience; judgement; dan empathy.

Keempat karakter tersebut sangat penting untuk menciptakan suatu lingkungan yang kondusif, kolaboratif, dan inovati baik di kehidupan perkuliahan maupun di dunia kerja.

Bhismarka Kurniawan pada sesi berikutnya menekankan pentingnya mengembangkan kreativitas, mengingat besarnya peluang dan prospek industri hiburan di Tanah Air.

"Indonesia adalah negara terbesar di dunia dari segi entertainment spending. Negara kita dari segi pasar, kebiasaan, maupun kultur sangat dekat dan sangat suka dengan ranah hiburan," katanya.

Terakhir, Ferry Ardiyanto memaparkan tentang pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi masalah dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi menghasilkan masalah  kesenjangan sosial dalam hal akses pendidikan, karena tidak semua keluarga bisa mengakses layanan internet untuk dapat melakukan kegiatan belajar daring.

Untuk itu, kerja sama-kerja sama internasional dalam bidang ekonomi sangat penting agar infrastruktur terkait layanan teknologi dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.

Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 7.500 peserta yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia dan beberapa universitas mitra di ASEAN, melalui tiga media siar, yaitu Zoom, kanal Youtube UI, dan kanal Youtube UI Teve.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya