Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

AS Tambah Batas Penerimaan Pengungsi, Jadi 62.500 Orang

SELASA, 04 MEI 2021 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joe Biden menaikkan jumlah pengungsi yang diizinkan masuk ke Amerika Serikat (AS) untuk tahun fiskal 2021.

Biden mengumumkan AS akan menerima 62.500 pengungsi, naik dari 15.000 yang ditetapkan oleh pemerintahan Donald Trump.

"Hari ini saya merevisi batas penerimaan pengungsi tahunan Amerika Serikat menjadi 62.500 untuk tahun diskal ini. Ini menghapus angka terendah secara historis yang ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya sebesar 15.000, yang tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika sebagai negara yang menyambut dan mendukung pengungsi," ujar Biden dalam sebuah pernyataan,


Biden mencatat bahwa batas penerimaan baru akan membantu upaya meningkatkan jumlah pengungsi menjadi 125.000 pada tahun fiskal berikutnya.

Kendati begitu, Biden juga mengatakan pemerintah tidak berharap untuk benar-benar menerima 62.500 pengungsi tahun fiskal ini. Itu lantaran proses penerimaan pengungsi di AS meningkat setelah empat tahun mencapai batas rendah yang ditetapkan selama pemerintahan Trump.

Penetapan jumlah penerimaan pengungsi oleh Biden disambut baik Komite Hubungan Luar Negeri Senat hingga kelompok advokasi American Civil Liberties Union (ACLU).

"Kami senang melihat Presiden Biden telah meninggalkan tujuan pengungsi buruk pemerintahan Trump dan berkomitmen kembali untuk memprioritaskan membantu orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan di seluruh dunia," kata perwakilan ACLU Manar Waheed, seperti dikutip AFP.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya