Berita

Ilustrasi vaksinasi Covid-19/Net

Kesehatan

Jokowi Perbolehkan WNA Yang Memiliki Kitas Dan Kitap Ikut Vaksin Gotong Royong

SENIN, 03 MEI 2021 | 16:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksinasi Covid-19 yang melalui skema Gotong Royong bakal dimulai untuk sejumlah perusahaan yang sudah mendaftarkan diri ke kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menjelaskan hal tersebut dalam jumpa pers virtual usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (3/5).

"Vaksin gotong royong akan diprioritaskan berdasarkan zonasi prioritas, dan juga berbasis pada perusahaan-perusahaan yang telah mendaftarkan diri di Kadin dan berbasis jenis industrinya diutamakan padat karya," ujar Airlangga dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.


Selain itu, Airlangga juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo yang memberikan kesempatan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Indonesia, dengan syarat memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas atau Tetap (Kitas/Kitap), bisa mengikuti program vaksinasi dengan skema Gotong Royong ini.

"Dan arahan Presiden (Joko Widodo) bagi pekerja yang memiliki Kitas dan Kitap itu juga bisa menggunakan mekanisme dari pada vaksin gotong royong," terang Airlangga.

Untuk mendukung pelaksanaannya nanti, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) terkait dengan harga vaksin gotong royong.

Adapun mengenai jenis vaksin yang akan digunakan dalam mekanisme gotong royong ini, Airlangga menyebutkan vaksin Sinopharm asal China yang sudah menyetujui komitmen pengadaan sebanyak 7 juta dan dengan opsi (tambahan) 7 juta.

"Dan ada 7,5 juta Sinopharm yang sudah binding ditargetkan sampai bulan Juli, opsinya 7,5 (juta). Dan ada 5 juta dari CanSino yang sedang dalam proses," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya