Berita

Taiwan/Net

Dunia

Pria China Membelot Ke Taiwan, Mengarungi Selat Sensitif Hanya Dengan Perahu Karet

SENIN, 03 MEI 2021 | 16:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang pria dari China daratan dilaporkan berhasil menyeberangi Selat Taiwan dengan perahu karet untuk mencari suaka politik.

Pria itu diketahui memiliki marga Zhou. Ia ditahan di pelabuhan kota Taichung setelah penduduk setempat melihatnya di dekat tanggul dan ia berperilaku cukup mencurigakan.

Menurut polisi pada Sabtu (1/5), Zhou mengaku telah kabur dari pantai tenggara China di Fujian dengan perahu karet yang dilengkapi motor tempel berisi 90 liter bahan bakar.


Dikutip dari AFP, Zhou menyebut ingin pindah ke Taiwan untuk mendapatkan kebebasan dan demokrasi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng pada Senin (3/5) menyebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kurangnya pengawasan di Selat Taiwan.

"Kami akan menghubungi penjaga pantai, kami akan saling memberi tahu jika ada (perkembangan) situasi, untuk mengetahui alasan dan melakukan perbaikan," kata Chiu.

Selat Taiwan adalah salah satu perairan dengan pengawasan paling ketat di dunia.

China memandang Taiwan yang demokratis sebagai bagian dari wilayahnya sendiri dan telah berjanji untuk merebutnya suatu hari nanti, dengan kekerasan jika perlu.

Kapal angkatan laut dan penjaga pantai dari kedua sisi mengawasi selat sepanjang 180 km itu.

Meskipun kerap ada pembelotan, namun perjalanan melintasi selat jarang terjadi. Itu lantaran Taiwan mengusai beberapa pulau yang hanya beberapa km dari garis pantai China.

Cuaca di selat juga terkenal tidak dapat diprediksi, dan mencari perlindungan di Taiwan adalah taktik yang berisiko.

Taiwan sendiri tidak mengenal konsep suaka, sebagian karena takut disusupi oleh agen-agen China dan juga karena ingin mencegah arus masuk selama masa krisis.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya