Berita

Petugas membuka buah delima impor berisi pil Captagon di Jiddah Islamic Port, Arab Saudi/Net

Dunia

Lebanon Amankan Dua Tersangka Kasus Penyelundupan 5,3 Juta Pil Captagon Dalam Buah Delima Ke Arab Saudi

SENIN, 03 MEI 2021 | 09:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Lebanon menahan dua bersaudara yang dicurigai terlibat dalam upaya penyelundupan puluhan pil Captagon yang berhasil digagalkan petugas keamanan Arab Saudi.

Menteri Dalam Negeri pemerintahan sementara, Mohamed Fahmy, mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan penyiar MTV Lebanon pada Minggu (2/5) waktu setempat, tanpa merinci identitas tersangka yang ditangkap.

"Kami telah mengungkap mereka yang terlibat dan tindak lanjut kasus ini sedang berlangsung," kata Fahmy, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Senin (3/5).


Lebanon telah melakukan kontak dengan otoritas Saudi selama penyelidikan berlangsung.

Fahmy mengatakan tidak ada bukti bahwa kelompok Syiah Hizbullah Lebanon terlibat dalam kasus tersebut. 

Hizbullah telah lama dituduh oleh Washington dan musuh regionalnya terkait dengan perdagangan obat bius global di Lebanon dan Suriah untuk membiayai operasi militernya.

Suriah diyakini sebagai salah satu produsen dan pengekspor Captagon palsu terbesar, obat yang populer di kalangan pemuda kaya di Timur Tengah, khususnya Teluk.

Arab Saudi mengumumkan larangan ekspor buah asal Lebanon pada 23 April lalu, setelah petugas menemukan 5,3 juta pil Captagon yang disembunyikan dalam buah delima.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya