Berita

Pasien Covid-19 di ruangan yang dijadikan bangsal sementara di New Delhi, India/AFP

Dunia

Sudah Diperingatkan Pakar Sejak Maret, Pemerintah India Tak Hiraukan Bahaya Mutasi Virus Corona

MINGGU, 02 MEI 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para pakar kesehatan telah memperingatkan pemerintah India mengenai varian baru virus corona yang lebih menular sejak awal Maret.

Namun terlepas dari peringatan tersebut, pemerintah tidak berupaya untuk penghentikan penyebaran virus. Terlihat dari jutaan orang yang menghadiri festival keagamaan hingga demonstrasi yang digelar oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Bahkan puluhan ribu petani juga terus menerus melakukan aksi berkemah di New Delhi untuk memprotes kebijakan Modi.


Hal itu disampaikan oleh empat pakar kesehatan yang tergabung dalam INSACOG (Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 India), forum penasihat ilmiah yang dibentuk pemerintah pada akhir Desember lalu untuk mendeteksi varian genom virus corona yang mengancam.

Dikutip dari Reuters, kantor Modi belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Peneliti INSACOG pertama kali mendeteksi B.1.617, yang sekarang dikenal sebagai varian virus India pada awal Februari. Temuan menyebutkan virus tersebut dapat meningkatkan infeksi dengan cepat di beberapa bagian negara.

Setelah itu INSACOG membagikan temuannya dengan Pusat Pengendalian Penyakit Nasional (NCDC) Kementerian Kesehatan sebelum 10 Maret.  

Sekitar tanggal tersebut, INSACOG mulai menyusun draf media statement untuk Kementerian Kesehatan.

Draf itu menguraikan bahwa B.1.617  memiliki dua mutasi signifikan pada bagian virus yang menempel pada sel manusia, dan telah ditemukan pada 15 persen hingga 20 persen dari sampel di Maharashtra.

Disebutkan juga bahwa mutasi yang disebut E484Q dan L452R, "sangat memprihatinkan". Lantaran terdapat virus mutan E484Q yang lolos dari antibodi dan ada data mutasi L452R bertanggung jawab atas peningkatan transmisi.

Dengan kata lain, ini berarti bahwa versi virus yang bermutasi dapat dengan lebih mudah memasuki sel manusia dan melawan respons kekebalan.

Kendati begitu, Kementerian Kesehatan baru mempublikasi temuan tersebut pada 24 Mei, dan tidak menyertakan kata-kata "sangat memprihatinkan".

Menurut para ahli, mereka telah merekomendasikan tindakan yang lebih keras untuk mencegah penularan, seperti meningkatkan pengujian dan karantina.

"Kebijakan harus didasarkan pada bukti dan bukan sebaliknya," ujar ketua kelompok penasehat ilmiah INSACOG, Shahid Jameel.

“Saya khawatir sains tidak diperhitungkan untuk mendorong kebijakan. Tapi saya tahu di mana yurisdiksi saya berhenti. Sebagai ilmuwan, kami memberikan bukti, pembuatan kebijakan adalah tugas pemerintah," tambahnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya