Berita

Para pembicara dan peserta talk show Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bertema “Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia” yang hadir secara luring di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu siang (1/5)./Repro

Bisnis

Mendag M. Lutfi, Saatnya Membangun Ekonomi Dari Masjid

MINGGU, 02 MEI 2021 | 00:10 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Perekonomian Indonesia berpeluang naik kelas dalam 20 tahun mendatang. Di kelas baru itu, produk-produk Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Demikian antara lain visi yang disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ketika berbicara dalam talk show yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bertema “Membangun Ekosistem Ekspor Halal UMKM Indonesia” yang diselenggarakan secara hybrid dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu siang (1/5).

Untuk mencapai visi itu, ujar Lutfi yang juga Wakil Ketua Umum 2 MES, sudah saatnya perekonomian nasional berbasis masjid diwujudkan.


“Dalam 20 tahun mendatang, ekonomi Indonesia akan naik kelas. Indonesia harus menjadi tuan rumah produk sendiri. Inilah saatnya ekonomi kembali dari masjid,” ujar Lutfi.

Pada bagian lain, Lutfi mengatakan, Kementerian yang dipimpinnya memiliki dua fokus pengembangan ekonomi berbasis masjid, yakni muslim fashion dan halal food.

Mendag M. Lutfi mengajak koleganya, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, yang juga hadir sebagai pembicara dalam talk show mulai mendiskusikan hal ini dengan lebih serius lagi.

Adapun Bahlil Lahadalia yang merupakan  Wakil Ketua Umum 3 MES mengatakan, masjid berfungsi sebagai pusat dari kegiatan ekonomi dan sosial umat Muslim.

Dia sedikit bercerita mengenai perjalanannya dari masa remaja sebagai pengurus masjid di kampung halaman, maupun pengalaman sebagai aktivis semasa kuliah.

Dengan latar belakang tersebut, Bahlil memiliki kedekatan dengan pergerakan dari masjid.

“Rasulullah pun membangun agama Islam melalui pasar. Hari-hari ini, anak muda yang berada di OKP lebih banyak yang lebih ingin menjadi karyawan, PNS, dan politisi. Satu hal yang tertinggal adalah fokus terhadap ekonomi. Oleh sebab itu, anak muda harus mengubah mindset dan memperkokoh konsistensi,” ujarnya.

Bahlil menekankan, hal paling utama yang harus dimiliki pengusaha adalah gagasan. Setelah berhasil mengembangkan gagasan yang baik, barulah modal akan datang.

“Perlu kolaborasi antara yang memiliki gagasan dengan yang memiliki kapital,” tambahnya.

Selain kedua menteri itu, tokoh lain yang hadir dalam diskusi ini adalah Ketua Komite Ekspor halal MES, M. Anwar Basori,  dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar yang menyampaikan sambutan.

Adapun tiga pembicara adalah Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Dr. Kasan; Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia,  Kokok Alun Akbar; dan CEO Amalia Group, Amalia Jayanti Abdullah.

Ketua Komite Ekspor Halal MES, M. Anwar Basori, mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar bangsa Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah dunia.

Potensi Ekonomi Syariah

Indonesia yang diakui sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dapat mengembangkan ekonomi syariah sehingga dapat menjadi arus utama baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global.

Potensi ekonomi syariah, atau sering pula disebut ekonomi halal, dapat dilihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan populasi muslim dunia yang diperkirakan akan mencapai 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2030 dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara muslim, serta munculnya pasar halal potensial seperti China dan India.

Ekosistem ekonomi syariah termasuk produk halal perlu terus dikembangkan melalui riset. Sehingga, ekspor produk halal Indonesia bisa terus bertumbuh dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara, ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Internasional (OKI) baru mencapai 45 miliar dolar AS atau setara 12,5 persen dari total perdagangan Indonesia sebesar 369 miliar dolar AS pada 2018.

Untuk itu, perlu ada peningkatan riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah, termasuk penerapan teknologi di dalam membangun industri produk halal di Indonesia.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya