Berita

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt/Net

Dunia

Australia Tutup Akses Masuk Dari India, Pelanggar Akan Didenda Atau Dipenjara

SABTU, 01 MEI 2021 | 13:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Australia mengeluarkan pelarangan perjalanan dari dan ke India, menyusul lonjakan kasus yang mencengangkan di negara itu dalam beberapa hari terakhir. Untuk penduduk Australia dan warga India-Australia yang telah berada di India dan berencana untuk pulang, akan dilarang memasuki Australia.

Keputusan yang dibuat pada Jumat dan segera efektif pada 3 Mei adalah bagian dari tindakan darurat sementara. Bagi yang melanggar, akan dikenakan denda besar. Ini adalah pertama kalinya Australia menetapkan denda sebagai tindak pidana bagi warganya untuk pulang.

Selain denda, Menteri Kesehatan Greg Hunt dalam sebuah pernyataan mengatakan resiko tertinggi adalah dikenakan hukuman penjara hingga lima tahun.  


"Ini keputusan yang tidak mudah," kata Hunt, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/5).

"Sangat penting menerapkan integritas sistem kesehatan publik dan karantina Australia, demi menekan angka kasus Covid-19," katanya.

Peraturan darurat itu akan berlangsung sampai setidaknya 15 Mei. Pada tanggal itu, pemerintah akan meninjau ulang.

Namun, peraturan ini mendapat kritikan tajam dari beberapa masyarakat. Neela Janakiramanan, seorang ahli bedah Australia yang memiliki keluarga di India, mengatakan bahwa keputusan untuk 'menghukum' warga Australia berkesan seperti mengkriminalkan, tidak proporsional dan terlalu keras.

"Orang India-Australia melihat ini sebagai kebijakan rasis karena kami diperlakukan berbeda dari orang-orang dari negara lain yang pernah mengalami gelombang infeksi serupa seperti AS, Inggris, dan Eropa. Sangat sulit untuk merasakan apa pun selain ditargetkan sebagai suku," katanya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya