Berita

Pertemuan antara Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, dengan Dubes UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket/Ist

Politik

Pilkada Ditolak, Wali Nanggroe Mulai Bergerak

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 16:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al Haytar, menunaikan janjinya terkait Pilkada. Kemarin, di Jakarta, dia menemui Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket.

Pertemuan ini digelar tak lama setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan surat kepada Pemerintah Aceh yang menyatakan Pemilihan Kepala Daerah Aceh harus digelar serentak dengan daerah lain, yakni pada 2024.

Padahal, di Takengon, Aceh Tengah, akhir Maret lalu, saat berbicara di hadapan Rapat Kerja Partai Aceh, Malik Mahmud mengatakan Pilkada Aceh akan tetap dilaksanakan pada 2022.


Saat itu, dia juga menyilakan Ketua Umum DPP Partai Aceh dan calon gubernur dari Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, untuk memilih sendiri calon wakil gubernur dari kalangan Partai Aceh.

Malik Mahmud juga berjanji akan mempertanyakan ihwal pilkada ini kepada Presiden Joko Widodo. Sementara Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf mengatakan, Wali Nanggroe akan membahas hal ini dengan Uni Eropa.

Dituturkan Kepala bagian (Kabag) Humas Wali Nanggroe Aceh, M Nasir, pertemuan tersebut adalah kunjungan balasan Wali Nanggroe setelah Maret tahun lalu Vincent datang ke Meuligoe Wali Nanggroe di Aceh Besar.

“Ada banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam di kediaman Mr Vincent di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” kata Nasir, Jumat (30/4), dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Uni Eropa, lanjut Nasir, menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan kondisi terkini Aceh. Baik dari sisi perdamaian, pembangunan, politik, dan bidang-bidang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Nanggroe menyampaikan informasi terkait perkembangan terkini, sekaligus sharing informasi dalam upaya membangun Aceh dari segala bidang pasca 16 tahun perdamaian.

Pada prinsipnya, kata Malik Mahmud, Gerakan Aceh Merdeka berkomitmen mempertahankan seluruh pencapaian yang diraih bersama Pemerintah Indonesia sesuai dengan isi perjanjian MoU Helsinki.

Malik Mahmud juga berjanji untuk tetap konsisten memperjuangkan butir-butir perdamaian yang diperjanjikan kedua belah pihak.

Sementara Mualem mengatakan pihaknya terus mendorong, mengawasi, dan mengadvokasi, implementasi dari Perjanjian Damail Helsinki. Agar perdamaian Aceh tetap berlangsung sesuai dengan kesepakatan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya