Berita

Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rachland Nashidik/Net

Politik

Syahganda Divonis 10 Bulan Penjara, Rachland: Satu Menit Pun Tidak Pantas!

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 14:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok menjatuhkan vonis 10 bulan kepada aktivis Syahganda Nainggolan dinilai tidak tepat.

Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rachland Nashidik menilai bahwa vonis terhadap deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu tidak pantas. Seharusnya, menurut Rachland, Syahganda dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

“Syahganda divonis 10 bulan penjara. Satu menitpun tidak pantas!” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Jumat (30/4).

Majelis Hakim sudah menjatuhkan vonis bagi petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan selama 10 bulan penjara.

Syahganda dinilai bersalah terkait penyebaran informasi bohong terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Ramon Wahyudi.

Dalam vonis ini, majelis hakim turut menimbang sejumlah hal yang meringankan dan memberatkan selama Syahganda mengikuti persidangan.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, hakim menilai Syahganda tidak bijak dalam bermedia sosial padahal status Syahganda adalah dosen.

Sementara pertimbangan yang meringankan Syahganda, karena sikap dan sopan santun Syahganda selama persidangan dinilai kooperatif.

Vonis ini juga lebih ringan dari tuntutan awal yakni 6 tahun.

Populer

Pemberontak Menang, Pasukan Junta Ngacir Keluar Perbatasan Myawaddy

Kamis, 11 April 2024 | 19:15

Rusia Pakai Rudal Siluman Rahasia untuk Bombardir Infrastruktur Energi Ukraina

Jumat, 12 April 2024 | 16:58

Warisan Hakim MK sebagai Kado Idulfitri

Senin, 08 April 2024 | 13:42

Megawati Peringatkan Bakal Terjadi Guncangan Politik Setelah Jokowi Jadi Malin Kundang

Kamis, 11 April 2024 | 18:23

Sekjen Hasto Telanjangi Ketidakberdayaan PDIP Hadapi Jokowi

Sabtu, 06 April 2024 | 14:40

MK Heran Hasyim Asyari Tidak Dipecat Meski Langgar Etik Berkali-Kali

Jumat, 05 April 2024 | 18:10

Kekecewaan Megawati Terhadap Jokowi Memuncak

Kamis, 11 April 2024 | 15:59

UPDATE

PAN Lebih Layak Dapat Banyak Kursi di Kabinet Prabowo-Gibran Ketimbang Demokrat

Minggu, 14 April 2024 | 03:31

Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Polda Lampung Siapkan Skema Delaying System

Minggu, 14 April 2024 | 02:58

Pertemuan Prabowo-Puan Bisa Redam Ketegangan Politik

Minggu, 14 April 2024 | 02:33

Kehadiran Netta di Kediaman Askolani Perkuat Sinyal Akan Berduet pada Pilkada Banyuasin

Minggu, 14 April 2024 | 01:58

Prabowo Layak Beri Golkar Kursi Menteri Paling Banyak

Minggu, 14 April 2024 | 01:29

Manajemen Rosalia Indah: Tak Ada Sopir yang Mengemudi Lebih dari Delapan Jam

Minggu, 14 April 2024 | 00:56

Pengamat: Jokowi Aktor Kemunduran Demokrasi tapi Dipuji karena Pragmatisme Politik

Minggu, 14 April 2024 | 00:29

Hindari Kepadatan Arus Balik, Pemerintah Didukung Tambah Cuti Lebaran dan Terapkan WFH

Sabtu, 13 April 2024 | 23:57

Popo Ali Bantah Istri Bakal Ikut Bertarung pada Pilkada OKU Selatan

Sabtu, 13 April 2024 | 23:18

Pemuda Muhammadiyah: Silaturahmi Idulfitri Presiden Prabowo Sangat Menyejukkan

Sabtu, 13 April 2024 | 22:58

Selengkapnya