Berita

Penduduk etnis Karen di Myanmar melarikan diri dari kekerasan aparat keamanan/Net

Dunia

Khawatir Diserang Aparat Keamanan, Ribuan Etnis Karen Myanmar Bersiap Kabur Ke Thailand

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 11:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar membuat kelompok etnis minoritas berhamburan melarikan diri.

Dilaporkan Reuters, ribuan penduduk desa etnis Karen juga dilaporkan bersiap untuk menyeberang ke Thailand jika aparat keamanan dan pemberontak terlibat dalam konflik bersenjata.

"Orang-orang mengatakan orang Burma akan datang dan menembak kami, jadi kami melarikan diri ke sini," ujar seorang penduduk desa Karen yang berupaya menyeberang ke Thailand bersama keluarganya.


Mereka yang bersiap melarikan diri ke perbatasan Thailand berada di kamp pengungsian Ee Thu Hta, Myanmar.

Untuk mencapai Thailand, mereka harus melewati Sungai Salween di perbatasan.

"Dalam beberapa hari mendatang, lebih dari 8.000 orang Karen di sepanjang sungai Salween harus mengungsi ke Thailand. Kami berharap tentara Thailand akan membantu mereka melarikan diri dari perang," kata Jaringan Dukungan Perdamaian Karen di Facebook.

Pada Selasa (27/4), pemberontak Karen menyerbu unit tentara Myanmar di tepi barat Salween dalam serangan menjelang fajar. Karen mengatakan 13 tentara dan tiga pejuang mereka tewas.

Militer Myanmar menanggapi dengan serangan udara di beberapa daerah dekat perbatasan Thailand.

Pihak berwenang Thailand mengatakan hampir 200 penduduk desa telah menyeberang ke Thailand pada pekan ini. Thailand telah memperkuat pasukannya dan membatasi akses ke perbatasan.

Ratusan penduduk desa di perbatasan Thailand juga telah mengungsi untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya