Berita

China menepis spekulasi yang tengah beredar luas soal populasi mereka yang dikabarkan menyusut/Net

Dunia

China Padamkan Spekulasi Soal Populasi Yang Menyusut

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 21:12 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China menepis spekulasi yang tengah beredar luas soal populasi mereka yang dikabarkan menyusut.

Sebagai informasi, sebelumnya pada Selasa (28/4), surat kabar Financial Times mengatakan bahwa China akan melaporkan bahwa populasinya turun di bawah 1,4 miliar tahun lalu, jika dibandingkan dengan tahun 2019. Penurunan ini akan menjadi penurunan populasi pertama yang terjadi di China dalam lima dekade terakhir.

Kabar itu dimuat Financial Times dengan mengutip sejumlah sumber yang dekat dengan informasi.


Selang sehari setelah kabar tersebut beredar, Biro Statistik Nasional China mengumumkan bahwa mereka menunda penerbitan hasil sensus penduduk tahun 2020 lalu. Mereka tidak memberikan alasan detil soal penundaan itu selain mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak persiapan.

Namun mereka membantah soal spekulasi yang menyebut bahwa populasi China berkurang.

"Menurut pemahaman kami, pada 2020, populasi negara kami terus bertambah," kata biro itu dalam pernyataan singkat, seraya menjelaskan bahhwa angka rinci akan diungkapkan ketika hasil sensus dipublikasikan.

Sementara itu, mmerujuk pada kabar yang dimuat Channel News Asia, angka kelahiran di negeri tirai bambu terus mengalami penurunan, meskipun kebijakan dua anak telah dicabut pada tahun 2016 dengan harapan dapat meningkatkan jumlah kelahiran bayi.

Pada tahun lalu saja, menurut data Kementerian Keamanan Publik China, angka kelahiran turun 15 persen menjadi 10,035 juta, jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya