Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat jumpa pers seusai menggelar pertemuan dengan jajaran DPP PKS/RMOL

Politik

Ketum Golkar: PKS Juga Dukung Pemerintah Larang Mudik 2021

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 20:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PKS sepakat dengan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran 2021. Hal ini selaras dengan pandangan DPP Partai Golkar dalam rangka menekan laju penularan Covid-19 di tanah air.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat jumpa pers seusai menggelar pertemuan dengan jajaran DPP PKS di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (29/4).

"Dalam rangka menghadapi hari raya Idul Fitri, PKS juga mendukung kebijakan pemerintah untuk larangan mudik," ujar Airlangga.


Airlangga menuturkan, situasi pandemi Covid-19 ini tentunya Indonesia harus mempelajari dari kejadian gelombang ke-3 di negara lain seperti di India yang per hari tembus 300.000 kasus.

"Dan tentu beberapa negara lain juga terjadi third wave dan ini membawa kita untuk ingat dan waspada dan berhati-hati," ucapnya.

Atas dasar itu, Golkar dan PKS sepakat mendukung pemerintah melarang mudik lebaran 2021 dalam rangka mengedepankan kepentingan keselamatan jiwa rakyat Indonesia.

"Sehingga tentu ini akan kita sama-sama, pemerintah telah mengambil keputusan dan tentu didukung oleh partai partai yang ada," demikian Airlangga.

Turut hadir saat jumpa pers mendampingi Airlangga, Sekjen Golkar Lodewijk F. Paulus, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Nurul Arifin, dan pengurus Partai Golkar yang lainnya.

Sementara dari DPP PKS ada Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsy, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua DPP Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Kurniasih Mufidayati serta elite PKS lainnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya